KARAWANG, MEDIASERUNI.CO.ID - Penyuluh KB Kecamatan Karawang Timur dan kader BKB (Bina Keluarga Balita) menggelar sosialisasi mengenai pentingnya peran ayah dalam pengasuhan anak di Desa Kondang Jaya pada Selasa (26/012021) pukul 09.00 sampai selesai.
Selvi selaku koordinator kader BKB menjelaskan macam-macam pola asuh diantara lain ialah Otoriter, yaitu orangtua memaksa kehendak dan merasa selalu benar. Permisif, yaitu orangtua suka memanjakan anak, namun tidak menetapkan batasan dan aturan.
“Tidak peduli pada anak, yaitu orangtua membiarkan anak tumbuh tanpa arahan dan keterlibatan orangtua. Demokratis, yaitu orangtua menghargai anak, bersikap hangat dan menerapkan aturan yang jelas,” kata Selvi.
Ditambahkan Seruni Maulidina, S.Kom sebagai Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) bahwa pelaksanaan agenda sosialisasi berjalan dengan lancar dan diikuti oleh peserta dengan penuh antusias.
Baca Juga : Kegiatan Keagamaan Boleh Asal Mematuhi Protokol Kesehatan
“Pembinaan Keluarga Balita berjalan lancar dan Ibu-ibu balita sangat antusias serta lebih memahami pentingnya peran ayah dalam keterlibatan pengasuhan anak,” tandasnya.
Adapun dampak keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak, diantaranya:
1. Perkembangan kognitif, menunjukan kemampuan kognitif yang lebih tinggi, mampu memecahkan masalah secara lebih baik dan menunjukkan IQ yang lebih tinggi.
2. Perkembangan Emosional : kelekatan yang nyaman, lebih dapat menyesuaikan diri ketika menghadapi situasi yang asing, lebih tahan ketika menghadapi situasi yang penuh tekanan, lebih mempunyai rasa ingin tahu untuk mengeksplorasi lingkungan, dapat berhubungan secara lebih dewasa pada orang-orang asing, bereaksi secara lebih kompeten.
3. Perkembangan Sosial : lebih banyak saling membantu, kualitas pertemanan yang lebih positif, Lebih toleran dan mempunyai kemampuan untuk memahami, dapat bersosialisasi dengan baik, menjadi orang dewasa yang sukses.
4. Penurunan perkembangan anak yang negatif : melindungi anak dari perilaku delinkuen, rendahnya penggunaan obat-obatan terlarang perilaku membolos,mencuri dan minum-minuman keras, rendahnya frekuensi perilaku merusak, depresi, sedih, dan berbohong.
Wartawan : Muchtar
Editor : Mayadasari




