KARAWANG, MEDIASERUNI.CO.ID - Bagi orang lain kayu bekas palet mungkin hanya akan menjadi kayu bakar, tetapi di tangan Bhusro, limbah kayu itu justru jadi barang ekonomis tinggi bernilai jutaan rupiah.
Pria berusia 37 tahun warga Desa Parungsari Kecamatan Telukjambe Barat Kabupaten Karawang ini, memang mahir dalam hal menyulap limbah kayu palet.
Baginya kayu bekas palet itu memiliki serat yang unik. Selain tidak terlalu keras jenis kayu ini juga memiliki kelenturan yang cocok untuk produk-produk sejenis perabotan rumah tangga.
Tiga jenis perabotan rumah tangga hasil tangan dingin Bhusro seperti lemari, kursi dan meja belajar anak. Ketiga produk ini menjadi produk unggulan Bhusro yang banyak diminati pemesan.
“Saya mendapatkan bahan ini dari palet bekas di pabrik, ada teman yang mengajak saya untuk join, dengan keahlian yang saya miliki mencoba untuk berkreasi,” ujar Bhusro kepada MEDIA SERUNI, Selasa (25/1/2021).
Adapun kendala yang dirasakan dalam produksi ini, Bhusro menjelaskan namanya barang bekas, kalau tidak teliti dalam penyortiran kayu dengan paku, selalu ada paku yang tertinggal. Sehingga membuat gergaji jadi tumpul dan beli lagi yang baru. Selain itu cuaca juga berpengaruh apalagi musim hujan seperti ini.
“Jika kayu basah akan memuai disaat akan dilakukan pengeleman serta keterbatasan alat untuk produksi, pada akhirnya kesulitan untuk membuat pola yang sesuai dengan pesanan,” jelas Bhusro.
Baca Juga : Intip Menunya Yuk, Rumah Makan Abah Cianjur Buka Cabang ke – 5
Bhusro mengaku untuk setiap satu truk palet bekas dirinya bisa menciptakan 15 sampai dengan 20 set kursi. “Satu set kursi terdiri dari dua kursi dan satu meja, bisa membutuhkan waktu hingga empat hari sampai pengecatan dan itu tergantung dari cuacanya,” tambah Bhusro.
Masih dikatakan Bhusro, setiap satu set kursi yang dibuatnya harganya berkisar antara 1 - 1,5 juta rupiah dan tergantung tingkat kerumitannya.
“Harga disesuaikan dengan pesanan, kadang pembeli memberikan pola yang menurut saya rumit dalam pengerjaannya, itu beda harganya,” tutur Bhusro. ( Dede Suryana )




