Mediaseruni.co.id, PURWAKARTA JABAR - Dinamika perekonomian yang terjadi secara global telah berpengaruh terhadap tingkat inflasi nasional, begitupun terhadap inflasi di Kabupaten Purwakarta.
Demikian Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, Senin 9 Januari 2023, usai mengikuti Rapat Koordinasi Pembahasan Langkah Konkret Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2023, yang digelar secara virtual bersama Mendagri Tito Karnavian.
Menurut bupati, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengendalian inflasi tahun ini dengan memastikan kesinambungan, singkronisasi dan ketetapan program kerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) sesuai karakteristik di wilayah Kabupaten Purwakarta.
“Jajaran pemerintah daerah akan terus melakukan inovasi untuk mengakselerasi pelaksanaan pengendalian inflasi, melalui kolaborasi dengan seluruh stakeholder terkait,” tegas bupati akrab disapa Ambu Anne.
Selain, sambung bupati Anne, juga dilakukan penguatan database terkait ketersediaan pasokan komoditas penyumbang inflasi, terutama produksi dan distribusi komoditas pangan pokok dan strategis.
Jajarannya, lanjut Ambu Anne, juga akan fokus terhadap peningkatan peringatan dini pengendalian inflasi melalui optimalisasi aplikasi pemantauan harga pangan strategis yang tersedia.
Disamping, lanjut Ambu Anne, dikolaborasikan dengan informasi pendukung lainnya agar mampu dihasilkan kebijakan pengendalian inflasi yang tepat sasaran dan berdaya guna.
“Tadi kita melihat bahwa inflasi year on year tahun 2022 itu ada di angka 5,51 persen sedangkan di Kabupaten Purwakarta, berdasarkan data BPS adalah bukan kota atau kabupaten yang memang khusus disurvey. Kita akan melihat kabupaten tetangga seperti Cirebon ternyata lebih rendah daripada nasional yaitu 4,86 persen,” kata Ambu Anne.
Kedepan, pihaknya akan secara bersama-sama terus melakukan komunikasi yang efektif dan mengimbau kepada masyarakat untuk berbelanja secara bijak sehingga ekspektasi masyarakat dan pelaku usaha terkait kenaikan inflasi dapat terkendali dengan baik.
“Data dari DKUPP memang ada beberapa komoditi yang mengalami kenaikan, tapi sifatnya fluktuatif, seperti contohnya kelompok makanan dan minuman terutama adalah komoditi sayuran dan juga sumber protein seperti daging atau daging sapi kemudian juga ayam potong kemudian juga telor dan ikan mas,” beber Ambu Anne.(Wief/Mds)


