Mediaseruni.co.id, BATANG - Wacana TPA Terpadu Provinsi Jawa Tengah untuk mengatasi masalah sampah di Kabupaten Batang, Kabupaten Pelongan dan Kota Pekalongan, hingga kini belum ada ttitik temu.
Data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang, timbunan sampah sudah mencapai diangka 100 ribu meter kubik per harinya atau sekitar 250 ton.
“Masalah sampah tiap daerah kabupaten dan kota di Jawa Tengah hampir sama. Masih menggunakan sistem open dumping atau sanitary landfill, hanya itu saja,” kata Kepala DLH Batang A. Handy Hakim, dirilis Jumat 3 Maret 2023.
Ditemui di kantornya, Handy, menyebutkan di Jawa Tengah yang sudah pada proses pengolahan sampah dengan sistem TPS 3R atau sistem pengolahan sampah dengan inovasi teknologi mesin pencacah sampah dan pengayak kompos yang lebih efektif, efesien hanya ada di Kabupaten Banyumas.
“Di Banyumas didukung infrastruktur yang mendapat bantuan dari pihak luar negeri, pemerintah pusat dan juga dukungan dari APBD. Makanya kalau daerah lain belum bisa karena anggarannya cukup besar,” ungkapnya.
Handy Hakim juga menyatakan, TPA Batang sudah fase kritis, karena sudah tidak ada lahan yang ada, sehingga hanya menggeser gunungan sampah. Begitu juga dengan alat beratnya yang dimiliki sangat minim dan sudah pada rusak.
“Kita tetap optimalkan TPA yang ada, karena sudah tidak ada lahan di TPA Randukuning. Kita hanya bisa optimalkan dengan gesar-geser gundukan gunungan sampah supaya bisa ditata ulang,” terangnya
Handy berharap ada solusi tersebut untuk bisa optimalkan TPA Randukuning dengan pengadaan alat berat excavator. “Saya berharap di perubahan anggaran 2023 kita dikasih anggaran untuk pengadaan alat berat, karena sudah vital,” harapnya.
Alat berat berupa exsavator, saat ini hanya ada satu yang masih bisa digunakan. Lainnya sudah rusak berat. Meskipun truk - truk pada mengangkut sampah. Kita tidak bisa membuang di TPA, karena tidak ada yang ngatur disana.
Adapun solusi untuk mengganti TPA Randukuning, DLH Batang akan membuka TPA Baru yang lokasinya di Desa Sangubanyu Kecamatan Bawang. Lokasi itu luasnya sekitar 7 hektaran.
“Kita sudah mengadakan beberapa pertemuan dengan kepala desa Sekecamatan Bawang. Mereka juga sepakat menggunakan dana kecamatan sebesar Rp 1 miliar untuk pembangunan jalan ke lokasi TPA yang sedang direncanakan itu,” ujar Handy. (Totok)
Editor Totok Raharjo


