25 C
Jakarta
Sabtu, Januari 28, 2023

Ribuan Masyarakat Gerudug Perusahaan Vaname di Pemalang, Berakhir Disegel

Mediaseruni.co.id, PEMALANG JATENG – Ribuan Warga Dan Aliansi yang mengatasnamakan Aliansi Anti Ketidakadilan (AMATI) geruduk kantor Desa Pesantren Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang dan lokasi Tambak Udang Vaname Ilegal yang berada diatas lahan PTPN IX, Senin ( 19/12/2022 )

Kedatangan mereka ke kantor Desa Pesantren untuk menuntut keberadaan tambak udang ilegal yang dinilai semakin meresahkan. Konflik agraria menjadi catatan kelam yang hampir terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Akibat kegiatan tambak udang ilegal berujung rusaknya lingkungan dan hilang sumber mata air bersih.

“Konflik ini mengakibatkan masyarakat terancam dan kehilangan hak atas sawah akibat limbah dari tambak udang ilegal tersebut, ratusan sumber mata air bersih di dua dusun yakni, dusun Sidomulyo dan dusun Pesadean hilang dan berubah jadi asin,” ungkap Hamu Fauzi ( Sekjen Karang Taruna Kabupaten Pemalang )

Tutup tambak udang Vaname Ilegal, perusakan lingkungan dikawasan pesisir desa tersebut menjadi tuntutan warga dan Aliansi AMATI.

Audensi terbuka yang diselenggarakan di kantor Desa Pesantren dihadiri oleh dinas dinas terkait Kabupaten Pemalang, DLH, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Perijinan, Satpol PP Pemalang, DPRD Kabupaten Pemalang Komisi B dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan.

Warga dan Aliansi AMATI menilai pemerintah terkesan bersikap diam, lemah pada bagian pengawasan, sebab dampak yang diakibatkan oleh kegiatan tambak udang ilegal diatas Tanah PTPN IX tersebut sangat merusak lingkungan dan sumber kehidupan warga sekitar.

“Inilah yang disebut arah percepatan pembangunan berbasis kearifan lokal..? Atau ini yang dipahami mereka sebagai arah pembangunan yang mengedepankan ekonomi kerakyatan ? kalian harus bertanggung jawab, atas rusaknya lingkungan, hilangnya sumber mata air bersih warga dusun Sidomulyo dan dusun Pesadean, sawah mereka untuk menanam padi pun ikut rusak akibat dampak dari kegiatan tambak udang Vaname tersebut,” ujar Hamu Fauzi.

BACA JUGA:  Tujuh Organisasi Wartawan Sukabumi Siap Audiensi dengan Diskominfo Bahas Alokasi Anggaran

(Ribuan masyarakat saat menggrudug area perusahaan tambak udang Vaname)

Alih fungsi lahan milik PTPN yang terjadi dikawasan pesisir Desa Pesantren Ulujami mencerminkan bagaimana penegak hukum seperti jaring laba-laba. Hanya menjerat yang lemah dan runtuh terbelah pada yang kuat,” sebutnya.

Sementara itu salah satu koordinator aksi atau perwakilan warga, Kuswantoro menangis haru, audensi terbuka yang di gelar pada akhirnya disepakati oleh beberapa pihak, Perwakilan dari PTPN IX, Perwakilan dari Perusahaan Tambak Udang Vaname Ilegal, Satpol PP Pemalang, serta dari anggota DPRD Komisi B untuk menutup kegiatan ilegal tambak udang Vaname yang berada di Desa Pesantren.

“Saya mewakili warga dusun Sidomulyo dan dusun Pesadean, sangat berterima kasih kepada para Mahasiswa, Karang Taruna Kabupaten Pemalang, Forum Perkumpulan Wartawan Peduli Sosial Pemalang, dan Gerakan Penyelamatan Aset Negara ( Gakorpan ) Jateng ( Aliansi AMATI ), atas segala bentuk dukungan dan pendampingan dalam memperjuangkan keluh kesah kami,” tutup Kuswantoro.

Menurut Syahrul Yasin Limpo (SYL) selaku Menteri Pertanian bahwa diatur dalam Undang-undang nomor 41 tahun 2009 tentang, bagi siapa saja yang berani mengalihfungsikan lahan pertanian. Pasal 72, 73 dan 74 dapat dijerat hukuman selama lima tahun dan denda sebesar Rp 5 miliar, bagi yang melakukan pelanggaran aturan mengalihfungsikan lahan pertanian,” imbuhnya (Alwi/Mds)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Stay Connected

2,411FansSuka
146PengikutMengikuti
28PengikutMengikuti

Latest Articles

%d blogger menyukai ini: