Kebakaran Hebat Trans Home Sleman Masih Membara

Kebakaran Hebat Trans Home Sleman Masih Membara

mediaseruni.co.id – Kobaran api hebat yang melanda supermarket bahan bangunan dan elektronik modern, Trans Home, di Jalan Yogya-Solo, Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, belum menunjukkan tanda-tanda akan padam sepenuhnya. Hingga Jumat (2/10) pagi, kepulan asap hitam pekat masih terlihat membubung tinggi dari area basement bangunan tersebut, menciptakan suasana mencekam di sekitar lokasi kejadian.

Pantauan di lapangan hingga pukul 08.50 WIB menunjukkan bahwa petugas pemadam kebakaran masih terus berjibaku melakukan upaya pendinginan. Meskipun penyiraman air telah dilakukan secara masif sejak Kamis malam, asap hitam yang mengeluarkan aroma menyengat terus keluar dari dalam gedung. Hal ini memicu tanda tanya besar mengenai apa yang sebenarnya masih terbakar di bagian bawah bangunan tersebut.

Kebakaran Hebat Trans Home Sleman Masih Membara
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kapolsek Berbah, AKP Fitrianto Heri Nugroho, menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi intensif dengan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) yang berada di lokasi. Menurutnya, petugas masih berupaya melokalisasi sumber asap yang sulit dijangkau. Ia menduga, kepulan asap hitam yang sangat pekat tersebut berasal dari material tertentu yang terbakar di area basement, seperti karet atau bahan kimia lainnya.

COLLABMEDIANET

"Dugaan sementara, ada material seperti karet di bagian bawah yang terbakar, sehingga asapnya sangat pekat dan berbau menyengat. Kami masih menunggu identifikasi lebih lanjut dari tim ahli mengenai penyebab pasti mengapa asap ini terus keluar meski sudah disiram air," ujar Heri saat memberikan keterangan kepada media.

Tragedi ini tidak hanya menghanguskan bangunan, tetapi juga memakan korban jiwa. Tercatat dua orang karyawan perempuan dilaporkan meninggal dunia dalam insiden yang bermula pada Kamis (1/10) siang tersebut. Selain korban jiwa, beberapa karyawan lainnya juga mengalami luka lecet serta sesak napas akibat menghirup asap tebal, dan kini tengah mendapatkan perawatan medis.

Dampak kerugian materiil pun sangat masif. Selain struktur bangunan tiga lantai yang rusak parah, amukan si jago merah juga melahap sekitar 100 unit kendaraan bermotor yang terparkir di area sekitar lokasi. Untuk mengamankan aset milik pegawai yang hangus, pihak kepolisian telah memasang garis polisi (police line) di area selatan bangunan.

Di sisi lain, arus lalu lintas di sekitar Jalan Yogya-Solo sempat mengalami kemacetan panjang. Hal ini disebabkan oleh banyaknya warga yang melambatkan kendaraan mereka demi melihat atau mengabadikan momen kebakaran tersebut. Personel kepolisian pun dikerahkan untuk mengatur lalu lintas agar mobilitas warga tidak lumpuh total.

Hingga saat ini, penyelidikan mendalam masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian untuk mengungkap penyebab pasti munculnya api, yang diduga berasal dari sisi selatan atau bagian belakang gedung. Proses evakuasi dan pendinginan masih menjadi prioritas utama petugas gabungan dari berbagai wilayah, termasuk bantuan armada dari Bantul, Kulon Progo, Klaten, hingga Magelang.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar