PURWAKARTA, MEDIASERUNI.CO.ID -Sebanyak 2.120 kuota dengan sasaran tenaga kesehatan akan mendapatkan vaksinasi Covid-19 sebanyak dua kali, yakni pada hari pertama dan ke 14 setelah vaksinasi pertama dilakukan.
Kepala Dinas Kesehatan Purwakarta Deni Darmawan melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Elitasari Kusuma Wardani, mengatakan itu, Kamis (21/1/2021), meski belum ada kepastian kapan waktunya tepatnya vaksinasi itu dilakukan.
“Jumlah vaksin yang akan kami terima sekitar 4.240 untuk sebanyak 2.120 tenaga kesehatan sasaran yang ada di Purwakarta,” tambah Elita.
Baca Juga : BKPSDM Purwakarta Mulai Lelang Jabatan JPT Pratama
Menurut Elita, mekanisme vaksinasi Covid-19 di Purwakarta, diantaranya semua tenaga kesehatan yang akan menerima pendaftarannya menggunakan sistem aplikasi P-Care dan mengisi identitas pada aplikasi tersebut.
Selain itu, nama-nama para nakes yang mendapatkan suntik vaksin, lanjut Elita, memang telah terdata di sistem informasi sumber daya kesehatan yang ada di Dinkes.
“Mereka mengisi dan memasukkan nama-nama dokter juga perawat yang kemudian diterima pusat dan pusat kemudian menurunkan vaksin,” kata Elita.
Selanjutnya, kata Elita, para penerima ini akan mendapatkan pemberitahuan lewat sms dan meminta registrasi ulang dengan memasukkan NIK dan terakhir mereka memilih tempat juga jamnya.
Elita mencontohkan, Puskesmas Koncara memasukkan P-Care saat pelaksanaan vaksinasi pada hari Senin, dan mereka bisa memilih waktunya. Misalnya pukul 10.00 — 12.00 Wib. Lalu, Puskesmas Kota memilih waktunya sekitar pukul 08.00 - 10.00 Wib.
“Pemilihan waktunya tergantung kesiapan fasilitas kesehatan itu sendiri, karena mereka yang memasukkan kesiapannya dalam P-Care. Dan yang menerima sms dapat memilih jamnya. Dalam satu sesi tak boleh lebih dari 20 orang sebab hanya boleh waktunya 2 jam,” katanya.
Baca Juga : Bupati Purwakarta : Seleksi Kepsek Saya Pastikan Tidak Ada Pungli
Elita juga mengatakan dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tidak diperbolehkan menyatukan antara vaksinasi dengan pelayanan. Hal itu tergantung pada kondisi gedung yang akan menjadi lokasi vaksinasi.
“Pasien sakit dan pasien vaksin enggak boleh dalam satu tempat. Jadi, semua dikembalikan ke puskesmas maunya jam berapa. Bisa sesudah pelayanan atau bisa pula pada hari Sabtu,” ujar Elita.
Nantinya, lanjut Elita, pelaksanaan vaksinasi ini setiap Puskesmas akan ada dua orang vaksinator sehingga jumlah total vaksinator sebanyak 82 orang. ( Dayat Iskandar )



