KARAWANG, MEDIA SERUNI.CO.ID - Pelayanan Rumah Sakit Umum ( RSU ) Proklamasi disoal, Pasalnya lalai dalam pelayanan bahkan Ketua Media Online Indonesia (MOI) DPC Karawang jadi korban. “Ini bukan kata dari orang lain, tapi saya sendiri yang merasakan dan melihat dengan mata kepala sendiri jika pelayanan RSU Proklamasi cukup mengecewakan,” kata Latifudin Manaf pada siaran pers telegram di pesan whatsApp. Selasa (29/12/2020) pagi tadi.
Latifudin membeberkan bahwa sebelumnya dirinya memberitahukan melalui telepon bahwa akan membawa salah satu keluarganya untuk berobat. Dan membuat janjilah pada jam 8.00 WIB Pagi. Dan pihak RSU Proklamasi memberitahukan bahwa dokter praktik yang akan di kunjungi akan datang jam 11.00 WIB. Ia pun mendapatkan antrian nomor 8. “Tapi sampai jam 11.15 WIB dokter kok engga datang juga,”kesalnya.
Tapi kadung menunggu, Jelas Latif , Ia bersama keluarganya menunggu sampai dokter itu datang hingga 12.30 WIB dokter yang diharapkan tidak kunjung datang. “Jadi saya menunggu sampai antrian nomor 8 jadi jam 13.30 WIB baru dapat giliran berobat,” terangnya.
Latif mengungkapkan ada juga pasien yang datang sejak jam 9.00 WIB karena tertera jadwal praktik dokter jam 9.00 WIB. “Jadi pasien harus menunggu dokter sampai 4 jam, Padahal orang bisa mengurus hal yang lain ketimbang menunggu dokter karena ada yang perlu di urus juga selain berobat,”Tukasnya.
Baca Juga : Libur Panjang Bocah Kutamaneuh Bantu Lalu Lintas Di Lokasi Jalan Longsor
Dengan keadaan seperti itu,Sambung Latif akhirnya ia pun terpaksa meninggalkan keluarga yang mau berobat karena terlalu lama menunggu dokter tiba. “Bahkan saya juga melihat kerumunan pasien yang tidak menjaga jarak, sayangnya juga tidak ada petugas rumah sakit yang mengingatkan kalau saat ini tengah Pandemi covid-19 ,”ucapnya.
Pada kesempatan itu, Latifudin pun berharap ke Satgas Covid-19 tingkat Kabupaten agar bisa menindak karena terdapat kelalaian protokol kesehatan di Rumah Sakit Umum Proklamasi. “Dinas kesehatan saya mohon jangan tinggal diam, Ini preseden tidak bagus karena rumah sakit haru bisa memberikan contoh yang baik terhadap masyarakat,” tandasnya.
Sementara pihak RSU Proklamasi melalui Humasnya, Fajar tanggapi keluhan itu hanya menjawan singkat dan memohon maaf atas ketidaknyamanan itu. “Akan saya sampaikan ke pihak terkait, agar kedepannya menjadi lebih baik,” singkatnya. ( YFN/RLS/MOI )



