JAKARTA – Danantara Investment Management (DIM) menorehkan capaian gemilang dengan penerbitan obligasi internasional perdananya senilai USD 1,5 miliar, atau setara sekitar Rp22,5 triliun. Keberhasilan ini mengukuhkan posisi institusi investasi baru Indonesia sebagai magnet investasi yang kuat di mata pemodal global, terutama karena obligasi tersebut mendapatkan respons luar biasa dengan permintaan yang mencapai tiga kali lipat dari nilai yang ditawarkan.
Antusiasme investor institusi bereputasi tinggi dari berbagai penjuru dunia—mulai dari Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, Afrika, hingga Asia—menjadi indikator kuat pengakuan pasar global terhadap fundamental ekonomi nasional Indonesia. Fenomena ini terjadi di tengah kondisi makroekonomi global yang masih diselimuti ketidakpastian dan tekanan, menunjukkan daya tahan dan potensi Indonesia sebagai tujuan investasi.

Manajemen Danantara, dalam pernyataan resminya, menegaskan bahwa "Capaian ini merefleksikan pandangan pasar bahwa Danantara Indonesia memiliki fundamental yang kokoh, tata kelola yang transparan, serta prospek jangka panjang yang menjanjikan, menjadikannya destinasi investasi pilihan bagi investor global terkemuka."

Related Post
Respons pasar yang luar biasa ini semakin menonjol mengingat kondisi makroekonomi global yang masih diselimuti ketidakpastian dan tekanan. Total pesanan yang masuk, atau peak order book, melonjak hingga USD 4,6 miliar, merepresentasikan oversubscription sekitar tiga kali lipat dari total nilai obligasi yang ditawarkan. Fenomena ini mengirimkan sinyal positif yang jelas bahwa strategi kebijakan dan arah manajemen investasi yang diemban Danantara berada pada lintasan yang tepat.
Kepercayaan yang diberikan oleh pasar internasional ini diharapkan mampu mengukuhkan keyakinan investor domestik serta masyarakat luas terhadap ketangguhan kerangka institusional Danantara Indonesia. Ini menjadi dorongan moral yang signifikan bagi pasar modal domestik.
Secara teknis, struktur obligasi perdana DIM ini terbagi menjadi dua seri utama. Seri pertama, dengan tenor lima tahun dan nilai USD 750 juta, ditetapkan dengan tingkat imbal hasil (yield) sebesar 5,35 persen. Sementara itu, seri kedua, bertenor 10 tahun dengan nilai serupa USD 750 juta, menawarkan imbal hasil 5,95 persen. Penerbitan ini tidak hanya menjadi tonggak penting bagi Danantara, tetapi juga mengirimkan pesan positif yang kuat ke pasar global tentang resiliensi dan potensi investasi jangka panjang di Indonesia.







Tinggalkan komentar