Strategi Baru Bangkitkan Sumur Migas Mati

Strategi Baru Bangkitkan Sumur Migas Mati

mediaseruni.co.id – Upaya memperkuat ketahanan energi nasional kini tidak lagi hanya berfokus pada pencarian cadangan minyak dan gas bumi (migas) baru di wilayah yang belum terjamah. Strategi terbaru justru mengarah pada optimalisasi aset-aset lama yang selama ini dianggap tidak produktif atau dalam kondisi tidak aktif (idle). Langkah ini dinilai lebih efisien dan strategis dalam menjaga stabilitas pasokan energi di dalam negeri.

Salah satu pemain kunci dalam gerakan optimalisasi ini adalah PT Elnusa Tbk (ELSA). Perusahaan jasa energi ini tengah menjalankan misi penting untuk menghidupkan kembali sumur-sumur migas yang telah lama berhenti beroperasi. Melalui penggunaan teknologi mutakhir, Elnusa berupaya memberikan napas baru bagi sumur-sumur yang memiliki potensi produksi tinggi namun terkendala masalah teknis.

Strategi Baru Bangkitkan Sumur Migas Mati
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Dalam proyek terbaru di Pertamina EP Zona 11, tepatnya di kawasan Kawengan, Field Cepu, Elnusa mengerahkan unit canggih bernama Hydraulic Workover Unit (HWU) Elnusa 150K EHR#10. Alat ini dirancang khusus untuk melakukan pekerjaan workover dan pembukaan kembali (reopening) sumur dengan tingkat presisi yang tinggi.

COLLABMEDIANET

Keunggulan utama dari HWU 150K EHR#10 terletak pada desainnya yang kompak dan fleksibel. Dengan konfigurasi yang ringkas, unit ini mampu beroperasi di area wellpad yang terbatas, yakni hanya membutuhkan lahan sekitar 500 meter persegi. Fleksibilitas ini menjadi kunci, mengingat banyak sumur migas lama berada di lokasi dengan keterbatasan ruang operasional.

Direktur Operasi Elnusa, Andri Haribowo, menegaskan bahwa kemampuan perusahaan dalam menghadirkan solusi yang adaptif terhadap kondisi lapangan adalah nilai tambah utama. Menurutnya, optimalisasi produksi menuntut ketajaman dalam melihat potensi tersembunyi dari aset yang sudah ada.

"Optimalisasi produksi membutuhkan kemampuan untuk melihat kembali potensi yang telah tersedia dan menghadirkan solusi yang tepat untuk mengelolanya," ujar Andri dalam keterangannya di Jakarta. Ia menambahkan bahwa teknologi yang digunakan tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produksi, tetapi juga harus menjamin keamanan dan keandalan operasional.

Tidak berhenti di satu lokasi, Elnusa juga terus memperluas jangkauan teknologinya. Perusahaan saat ini tengah mengembangkan kemampuan melalui penggunaan HWU 340K di area Pertamina TEJ dan Sukowati. Langkah ekspansi teknologi ini diambil untuk menjawab tantangan industri hulu migas yang semakin kompleks dan beragam.

Rekam jejak performa Elnusa dalam periode Agustus 2025 hingga September 2026 menunjukkan hasil yang sangat impresif. Tercatat, Elnusa telah berhasil menyelesaikan 12 pekerjaan sumur dengan tingkat ketersediaan (availability) dan keandalan (reliability) mencapai 100 persen. Selain itu, perusahaan berhasil mencatatkan angka utilitas sebesar 91,25 persen dan yang paling krusial adalah nihil kecelakaan kerja (zero incident).

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa penerapan prinsip operational excellence dan standar keselamatan yang ketat mampu memberikan dampak signifikan terhadap produktivitas lapangan migas nasional. Dengan bangkitnya sumur-sumur lama ini, diharapkan kontribusi sektor hulu migas terhadap ketahanan energi Indonesia dapat terus meningkat secara berkelanjutan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar