mediaseruni.co.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kini resmi mengoperasikan struktur kepemimpinan baru dengan menghadirkan tiga Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) sekaligus. Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat kinerja kementerian dalam mengelola stabilitas ekonomi nasional dan memastikan setiap sektor strategis mendapatkan perhatian yang mendalam.
Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, memberikan klarifikasi terkait munculnya pertanyaan publik mengenai pembagian peran di antara para wakilnya. Ia menegaskan bahwa kehadiran tiga Wamenkeu, yakni Juda Agung, Nurcholisoh Ibnu Aman, dan Luky Alfirman, bukanlah upaya untuk memecah kewenangan atau menciptakan birokrasi yang tumpang tindih. Sebaliknya, formasi ini dirancang untuk mempertajam efektivitas kerja dan memperkuat koordinasi di setiap lini krusial.

"Banyak yang bertanya bagaimana pembagian tugasnya. Saya ingin menyampaikan bahwa kami tidak sedang membagi-bagi kewenangan, melainkan kami semua fokus bekerja," tegas Suahasil dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Related Post
Dalam peta jalan kerja yang telah disusun, masing-masing Wamenkeu memegang tanggung jawab pada pilar yang berbeda namun saling terintegrasi. Juda Agung akan mengemban tugas berat dalam mengawal pengawasan sektor keuangan, menangani isu-isu ekonomi internasional yang dinamis, serta merumuskan strategi pembiayaan negara yang berkelanjutan.
Di sisi lain, Nurcholisoh Ibnu Aman akan memimpin fokus pada pilar penerimaan negara. Peran ini sangat vital karena mencakup optimasi pendapatan negara melalui sektor perpajakan, kepabeanan, cukai, hingga pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Mengingat peran penerimaan sebagai tulang punggung APBN, sektor ini memerlukan pengawasan yang sangat ketat.
Sementara itu, Luky Alfirman diberikan mandat untuk mengelola tata kelola belanja negara. Fokus kerjanya meliputi sistem perbendaharaan serta pengawasan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) agar penyaluran dana ke pemerintah daerah berjalan tepat sasaran dan efisien.
Meski memiliki spesialisasi masing-masing, Suahasil menekankan bahwa pola kerja yang diterapkan adalah kolaborasi lintas fungsi (cross-function). Hal ini dilakukan karena isu ekonomi bersifat kompleks dan saling berkaitan. Sebagai contoh, dinamika ekonomi internasional dapat berdampak langsung pada penerimaan negara, begitu pula kebijakan belanja yang bersinggungan dengan sektor keuangan global.
"Sifatnya adalah fokus pekerjaan, namun yang lain tetap diperhatikan. Pak Wamen Nurcholis meskipun fokus di penerimaan, tetap akan memantau isu internasional karena ada keterkaitan di sana. Begitu juga dengan Pak Luky yang fokus di belanja, ia tetap akan melihat aspek sektor keuangan dan internasional," tambah Suahasil.
Selain pembagian tugas teknis tersebut, urusan manajemen internal seperti pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), penguatan organisasi, hingga pengelolaan anggaran operasional Kemenkeu akan dikelola secara kolektif oleh Menteri Keuangan bersama ketiga Wamenkeu. Melalui struktur baru ini, Kemenkeu optimistis dapat merespons tantangan ekonomi global dengan lebih lincah dan terukur.








Tinggalkan komentar