mediaseruni.co.id – Kondisi cuaca buruk akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah Palembang, Sumatera Selatan, mulai mengganggu aktivitas transportasi udara. Berdasarkan laporan terbaru, Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang melaporkan adanya gangguan operasional pada sejumlah jadwal penerbangan akibat jarak pandang yang menurun drastis.
General Manager Bandara Internasional SMB II Palembang, Ahmad Syaugi Shahab, mengungkapkan bahwa kabut asap yang menyelimuti area bandara telah membatasi jarak pandang pilot. Hingga Sabtu siang, tercatat jarak pandang di sekitar landasan pacu hanya mencapai 500 meter. Kondisi ini memaksa pihak pengelola bandara untuk melakukan penyesuaian terhadap jadwal penerbangan demi menjaga standar keselamatan tertinggi.

Berdasarkan data operasional yang dihimpun hingga pukul 12.30 WIB, total terdapat 15 penerbangan yang terdampak oleh fenomena kabut asap ini. Gangguan tersebut terbagi menjadi dua kategori, yakni tujuh penerbangan yang dijadwalkan berangkat dan delapan penerbangan yang direncanakan mendarat di Palembang.

Related Post
Untuk kategori keberangkatan, sejumlah maskapai yang terdampak meliputi penerbangan JT246 dengan tujuan Batam, TR255 menuju Singapura, IU302 menuju Pangkalpinang, SI7296 menuju Pekanbaru, QG987 menuju Jakarta, IU964 menuju Kualanamu, serta AK461 yang akan terbang ke Kuala Lumpur.
Sementara itu, untuk jadwal kedatangan, terdapat delapan penerbangan yang mengalami kendala, di antaranya adalah TR255 dari Singapura, SI7295 dari Pekanbaru, QG9962 dari Jakarta, IU933 dari Yogyakarta, AK462 dari Kuala Lumpur, QG980 dari Jakarta, serta dua penerbangan Garuda Indonesia yakni GA102 dan GA104 yang semuanya berasal dari Jakarta.
Pihak manajemen Bandara SMB II Palembang menegaskan bahwa keselamatan penumpang adalah prioritas utama dalam menghadapi situasi ini. Ahmad Syaugi menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan intensif terhadap perkembangan cuaca dan jarak pandang di sekitar area bandara.
"Kami terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang di sekitar bandara serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan," ujar Syaugi dalam keterangannya.
Menyikapi situasi yang tidak menentu ini, pihak pengelola bandara sangat menyarankan agar para calon penumpang lebih waspada. Penumpang diimbau untuk selalu memantau informasi terkini mengenai jadwal, status keberangkatan, maupun kemungkinan adanya perubahan jadwal melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum memutuskan untuk berangkat menuju bandara.
Hal ini penting dilakukan guna menghindari penumpukan penumpang di terminal bandara jika terjadi pembatalan atau penundaan jadwal akibat kondisi jarak pandang yang belum memungkinkan untuk melakukan aktivitas penerbangan secara normal. Pihak otoritas terkait diharapkan dapat segera menangani sumber kabut asap agar operasional penerbangan di Palembang dapat kembali normal secepatnya.









Tinggalkan komentar