Mengejutkan! Rial Iran Nyaris Tak Bernilai, Ekonomi di Ambang Kolaps?

Mengejutkan! Rial Iran Nyaris Tak Bernilai, Ekonomi di Ambang Kolaps?

JAKARTA – Mata uang nasional Iran, Rial, kembali menjadi sorotan tajam di kancah ekonomi global setelah nilai tukarnya dilaporkan menyentuh angka yang nyaris nol terhadap Euro. Depresiasi ekstrem ini memicu kekhawatiran mendalam akan stabilitas ekonomi negara tersebut dan daya beli masyarakatnya yang kian tergerus.

Menurut laporan dari PryamiyTV yang dikutip mediaseruni.co.id pada Kamis (15/1/2026), satu Rial Iran per 11 Januari 2026 hanya setara dengan 0,00000086 Euro. Angka ini secara praktis berarti bahwa Rial tidak lagi memiliki nilai tukar yang signifikan di negara-negara Uni Eropa. Untuk mendapatkan satu Euro saja, seseorang kini harus menukarkan lebih dari 1.161.170 Rial.

Mengejutkan! Rial Iran Nyaris Tak Bernilai, Ekonomi di Ambang Kolaps?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Kondisi serupa juga terjadi terhadap Dolar AS, di mana satu Rial bernilai sekitar 0,0000010 Dolar AS. Imbas langsung dari pelemahan mata uang ini adalah lonjakan inflasi yang melampaui 40 persen. Sektor pangan, sebagai indikator krusial, mengalami kenaikan harga lebih dari 60 persen, secara signifikan menggerus daya beli dan kesejahteraan penduduk Iran.

COLLABMEDIANET

Analis ekonomi mengaitkan krisis mata uang ini dengan serangkaian faktor kompleks. Di antaranya adalah gelombang protes massal yang berkepanjangan di dalam negeri, penindakan keras oleh aparat keamanan, serta meningkatnya ketegangan di panggung internasional terkait kebijakan Iran.

Menilik ke belakang, sejarah mencatat perbandingan yang mencolok. Dilansir dari Euronews, pada masa Revolusi Iran tahun 1979, satu Dolar AS hanya setara dengan sekitar 70 Rial. Namun, pada tahun 2026, nilai tukar tersebut telah melonjak drastis hingga melampaui 1,4 juta Rial per Dolar AS. Ini menunjukkan bahwa Rial Iran telah kehilangan sekitar 20.000 kali nilainya dalam kurun waktu empat dekade terakhir.

Pemerintah Iran sendiri kerap menyalahkan sanksi global, tekanan inflasi yang persisten, dan isolasi diplomatik sebagai biang keladi utama kemerosotan nilai mata uang mereka. Situasi ini menempatkan Iran dalam posisi ekonomi yang sangat rentan, dengan tantangan besar untuk memulihkan kepercayaan pasar dan stabilitas finansial di tengah gejolak domestik dan tekanan eksternal yang terus membayangi.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar