Ketegangan Ekspor Gas Indonesia Singapura

Ketegangan Ekspor Gas Indonesia Singapura

mediaseruni.co.id – Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Singapura kini tengah berada di bawah sorotan tajam menyusul munculnya polemik terkait kebijakan pengurangan ekspor gas alam dari tanah air. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengeluarkan pernyataan keras yang meminta negara tetangga tersebut untuk mulai menunjukkan sikap saling menghargai dalam menjalin kerja sama bilateral.

Persoalan ini mencuat setelah adanya tuntutan dari pihak Singapura yang mendesak agar Indonesia tetap mematuhi kontrak kerja sama yang telah disepakati sebelumnya. Namun, Bahlil menilai bahwa tuntutan tersebut terasa berat sebelah dan tidak mencerminkan etika hubungan antarnegara yang sehat. Menurutnya, jika satu pihak menuntut penghormatan terhadap kontrak, maka pihak lainnya juga wajib memberikan penghormatan yang setara dalam interaksi diplomatik maupun ekonomi.

Ketegangan Ekspor Gas Indonesia Singapura
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Dalam konferensi pers yang digelar pada Senin (26/10/2026), Bahlil menegaskan bahwa pemerintah Indonesia adalah negara yang sangat menjunjung tinggi hukum dan aturan yang berlaku. Ia menekankan bahwa komitmen Indonesia terhadap kesepakatan internasional tidak perlu diragukan lagi. Namun, ia juga memberikan peringatan keras agar Indonesia tidak terus-menerus diposisikan sebagai pihak yang hanya bisa menuruti aturan tanpa mendapatkan perlakuan yang adil.

COLLABMEDIANET

"Pemerintah Indonesia sangat menghargai aturan, apalagi Menteri ESDM-nya sangat menghargai aturan. Tapi saya juga minta, jangan di saat yang bersamaan kalian meminta untuk dihargai, namun di sisi lain masih ada sikap yang mengolok-olok negara lain," tegas Bahlil dengan nada bicara yang lugas.

Lebih lanjut, Bahlil menyoroti pentingnya prinsip equal treatment atau perlakuan yang setara dalam setiap kerja sama ekonomi. Ia merasa bahwa selama ini Indonesia cenderung bersikap "terlalu baik" dalam menghadapi mitra dagang. Sikap kooperatif Indonesia dalam menghormati kontrak seharusnya dibalas dengan sikap saling menghormati kedaulatan dan kepentingan nasional masing-masing negara, bukan sekadar tuntutan sepihak.

Bahlil juga mengingatkan bahwa stabilitas kawasan ASEAN sangat bergantung pada bagaimana negara-negara anggotanya berinteraksi. Ia menekankan bahwa semangat kebersamaan di Asia Tenggara tidak akan tercapai jika masih ada ketimpangan dalam cara memandang satu sama lain. Setiap negara, terlepas dari ukuran ekonominya, harus memiliki kedudukan yang sejajar dan saling menghormati dalam setiap kesepakatan yang dibuat.

Polemik ekspor gas ini menjadi ujian penting bagi diplomasi energi Indonesia. Bahlil berharap agar Singapura dapat melihat permasalahan ini secara lebih bijaksana, sehingga hubungan kerja sama di sektor energi dapat terus berjalan dengan prinsip keadilan dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Melansir laporan dari mediaseruni.co.id, ketegangan ini diharapkan segera menemukan titik temu demi menjaga stabilitas pasokan energi di kawasan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar