Spanyol baru saja merayakan kemenangan gemilang di Piala Dunia 2026, membawa pulang trofi dan hadiah uang tunai sebesar 50 juta dolar Amerika Serikat atau setara Rp913 miliar. Kemenangan dramatis 1-0 atas Argentina di final mengukuhkan La Roja sebagai juara dunia dan penerima kucuran dana terbesar dari federasi sepak bola dunia FIFA.
Namun, di tengah euforia sepak bola, sebuah angka lain justru mencuri perhatian dan memicu perdebatan sengit di parlemen. Anggaran pengadaan kipas angin untuk sebuah koperasi desa ternyata jauh melampaui hadiah yang diterima tim juara dunia tersebut, bahkan hampir dua kali lipat.

Polemik ini mencuat dalam rapat kerja Komisi VI DPR RI bersama Menteri Koperasi. Anggota dewan, Mufti Anam, secara lugas mempertanyakan detail pengadaan kipas angin dalam jumlah masif yang dialokasikan untuk Koperasi Desa Merah Putih.

Related Post
Angka yang disebut-sebut mencapai Rp1,8 triliun untuk proyek pengadaan kipas angin ini sontak menjadi sorotan tajam. Publik menuntut transparansi dan penjelasan rinci mengenai dasar perhitungan serta mekanisme penggunaan dana fantastis tersebut. Pertanyaan besar menggantung: bagaimana sebuah pengadaan kipas angin bisa menelan anggaran sebesar itu, melebihi hadiah bagi juara dunia sekaliber Spanyol?









Tinggalkan komentar