Karawang, Mediaseruni.co.id - Dalam atasi persoalan sampah,Bukan saja permasalahan petugas kebersihan atau Pemerintah,Tapi diharapkan seluruh lapisan masyarakat pun andil ikut perduli jaga kebersihan.
Patut dicontoh apa yang dilakukan oleh warga Perumahan Telukjambe, Blok Y ,RW 13, Kecamatan Telukjambe timur miliki Kresna Go Green (KGG) Lalu membentuk Bank Sampah agar masyarakat tertib buang sampah dan dikumpulkan oleh Komunitas itu.
Bahkan,salutnya KGG pun beri apresiasi kepada masyarakat yang beri sampah dengan sejumlah uang. Per kilogram sampah dihargai oleh KGG sebesar Rp.12.000 Rupiah,Jika itu sampah kardus.
“Pengumpulannya itu tidak menentu, masyarakat boleh bawa ke sini setiap minggu atau setiap hari, kalau masyarakat merasa berat bawanya kami yang datang mengambilnya,” kata Tri Yunanto, Ketua KGG pada Senin (23/8/21).
Rata-rata dalam satu bulan, anggota KGG bisa mengumpulkan hingga satu ton sampah kardus. Sampah kardus tersebut bukan hanya dari masyarakat sekitar saja melainkan didapat dari petugas kebersihan mall.
“Sebelum PPKM kita biasanya sering dapat sampah itu dari petugas Cleaning service yang menjual ke kita,” ujarnya.
Tri juga mengelola sampah dengan memilah sampah antara organik dan non organik, tujuannya agar mudah mana sampah yang bisa di jual dan mana sampah yang tidak bisa di jual. Seperti sampah botol plastik, minuman bekas dan kardus maka mereka meletakkannya di tempat yang berbeda.
“Yang di dalam sini untuk kardus, kalau yang plastik itu ada di depan tempatnya,” tuturnya
Ia juga mengatakan, sampah organik pun mempunyai tempat khusus agar bau yang ditimbulkan tidak menyengat dan mengganggu warga sekitar.
Sampah pun diberi cairan,Selanjutnya bak sampah tersebut diisi dengan maggot sejenis hewan penghancur sampah.
Maggot memiliki kemampuan mengurai sampah organik 2 sampai 5 kali bobot tubuhnya selama 24 jam. Satu kilogram maggot dapat menghabiskan 2 sampai 5 kilogram sampah organik per hari.
“Sampah organik kami kumpulkan disini dan langsung diberikan cairan agar tidak tercium bau busuk oleh masyarakat,” pungkasnya.
Muhamad Suryadi














