Karawang, mediaseruni.co.id - Siapa sih yang tidak mengenal buah yang satu ini, walaupun dipenuhi dengan duri yang tajam tapi mempunyai cita rasa yang bisa menggoyang lidah penikmatnya. Yupss, durian buah yang mempunyai jutaan penggemar karena rasanya yang lezat dan menggoda.
Bagi para pecinta durian, mereka pasti akan mencari durian dari setiap daerah yang mempunyai cita rasa yang berbeda. Buah yang beraroma khas ini pun tersebar hampir di seluruh penjuru Indonesia.
Eeeetttsss, tak perlu khawatir jauh - jauh karena sebentar lagi raja buah ini akan memasuki masa panen tepatnya di Loji Karawang selatan, Kabupaten Jawabarat.
Salah satu petani durian asal Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru, sebut saja Adul sapaan akrab dari Abdul Rohim (23) Dirinya mengaku durian di kebunnya sudah mulai ada yang jatuh meskipun masih jarang. Ia pun mengatakan biasanya panen besar-besaran di Karawang terjadi sekitar bulan September hingga April. Adul mengaku, usaha buah durian merupakan turun temurun dari orangtuanya.
“Awalnya dari orang tua sekarang ke saya,” kata Adul di kebun durian miliknya.
Sebelum memasuki musim panen Adul membabat rumput yang tinggi hingga memagari kebunnya. Dikarenakan jika dipenuhi rumput maka akan susah mencari buah durian yang jatuh dari pohonnya dan dipagari supaya tidak jatuh jauh karena kebun miliknya berada di gunung yang curam. Durian khas dari loji tidak dipetik melainkan asli jatuh dari pohonnya.
“Kalau kendala tidak ada yah tidak ada perawatan paling harus memotong rumput supaya kalau jatuh tidak susah mencarinya,” ujarnya.
Adapun Adul menjelaskan panen durian hanya satu kali dalam setahun, pada tahun ini durian di loji cukup bagus kalau sudah mulai panen karena cuaca juga berpengaruh pada buah durian.
“Mudah-mudahan tahun sekarang bagus karena tahun kemarin gagal panen akibat cuaca,” jelasnya.
Untuk penjualan setiap musim durian, ia membuka kios di rumahnya. Dalam sehari pada masa panen dirinya mendapatkan 100 buah durian pada pagi hari dan jumlah yang sama di sore harinya dari 12 hektare luas kebun yang dimilikinya.
“Tergantung kalau buahnya banyak sehari bisa dapat 100 biji paginya sorenya juga kurang lebih sama,” tuturnya.
“Luas kebun kurang lebih 12 hektare, kalau disini sekitar dua hektare kebunnya kan pisah-pisah tidak satu disini semuanya,” tambahnya.
Jenis durian yang dimilikinya merupakan jenis lokal dan durian kuning mas atau lebih populer durian mentega. Harga yang dijual pun bervariasi yakni sekitar 30 ribu hingga 100ribu rupiah untuk durian lokal itupun tergantung besar kecilnya. Untuk durian mentega dihargai 70ribu hingga 150ribu untuk ukuran yang paling besar. “Harga bervariasi kang dari mulai 30 hingga 100ribu untuk lokal, dan 70 hingga 150 untuk jenis mentega,” katanya.
Masih dikatakan Adul panen durian merupakan bisnis yang menjanjikan sebab dalam satu kali panen ia bisa meraup omzet hingga ratusan juta rupiah dalam sekali panen.
“Kalau omzet itu tergantung yah kalau panennya sedikit 100 juta kalau lagi banyak sampai 500juta,” pungkasnya.
Muhamad Suryadi














