JAKARTA – PT Pertamina (Persero) mengambil langkah proaktif yang masif untuk memastikan ketersediaan energi nasional, khususnya Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG), menjelang momentum krusial Ramadhan dan Idulfitri 2026. Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan pasokan dan implementasi sistem pengawasan canggih yang terintegrasi, menjamin stabilitas ekonomi dan kenyamanan masyarakat di seluruh pelosok negeri.
Inisiatif utama dalam strategi ini adalah pemanfaatan Pertamina Digital Hub, sebuah platform pengawasan dan pengendalian energi yang menyeluruh dari hulu hingga hilir. Sistem digital ini bukan sekadar alat monitoring biasa, melainkan tulang punggung dalam menjaga level cadangan energi agar senantiasa tersedia secara konsisten, sekaligus mengoptimalkan efisiensi operasional seluruh rantai pasok.
Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina, menjelaskan kepada mediaseruni.co.id di Jakarta pada Kamis (5/3/2026), bahwa adopsi teknologi tinggi merupakan kunci Pertamina dalam mengelola energi secara real-time dan transparan. "Pertamina Digital Hub telah terkoneksi dengan seluruh lini bisnis kami, memungkinkan setiap aktivitas dan proses bisnis terpantau dengan jelas, dari ujung ke ujung," ujar Baron.

Related Post
Ia menambahkan, "Melalui fasilitas ini, Pertamina mampu memetakan kondisi pasokan dan cadangan energi di setiap rantai pasok secara kontinyu. Mulai dari sektor hulu, pengolahan, pengapalan dan pengangkutan, hingga distribusi ke SPBU-SPBU Pertamina, semuanya dalam pengawasan kami. Kami memiliki akses terhadap data dan kamera pengawasan, bahkan pergerakannya setiap detik, memberikan visibilitas penuh terhadap pergerakan stok."
Di sektor hulu, operasional dipastikan berjalan sesuai standar ketat, menjaga target produksi dari masing-masing entitas agar pasokan bahan baku tidak terganggu. Hal ini krusial untuk menjamin ketersediaan minyak mentah dan gas sebagai input utama kilang pengolahan.
Sementara itu, di sektor hilir, Pertamina secara cermat memonitor pergerakan kapal pengangkut produk atau minyak mentah, termasuk proyeksi waktu kedatangan untuk kemudian diolah di enam kilang Pertamina. Optimalisasi operasional kilang dalam negeri terus digenjot sebagai pilar utama ketahanan energi nasional, mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat kemandirian energi.
Dengan strategi digitalisasi yang komprehensif ini, Pertamina menegaskan kesiapannya dalam menghadapi lonjakan permintaan energi yang kerap terjadi pada periode hari raya. Langkah ini tidak hanya memastikan stabilitas pasokan, tetapi juga mendukung keberlangsungan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat Indonesia secara keseluruhan.









Tinggalkan komentar