mediaseruni.co.id – Bank Indonesia (BI) mengungkap sebuah fenomena luar biasa terkait skema Transaksi Mata Uang Lokal atau Local Currency Transaction (LCT). Hingga Agustus 2026, nilai akumulasi transaksi LCT telah meroket tajam, mencapai angka fantastis USD49,4 miliar ekuivalen. Angka ini jauh melampaui total pencapaian sepanjang tahun 2025 yang hanya tercatat USD25,7 miliar ekuivalen.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas Djiwandono menjelaskan, lonjakan signifikan ini merupakan bukti nyata semakin mantapnya penggunaan mata uang lokal dalam menopang aktivitas perdagangan dan investasi antarnegara. "Perkembangan LCT sangat menggembirakan. Jika tahun 2025 total transaksi LCT mencapai US$25,7 miliar ekuivalen, kini hingga Agustus 2026 sudah menyentuh USD49,4 miliar ekuivalen," ujar Thomas dalam sebuah konferensi pers usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Melihat tren positif yang berkelanjutan selama delapan bulan pertama tahun ini, Thomas optimistis bahwa nilai transaksi LCT di penghujung tahun 2026 akan mampu melampaui dua kali lipat realisasi tahun sebelumnya. Ia menambahkan, penguatan skala LCT menjadi pilar penting dalam strategi fundamental untuk memperkokoh struktur perekonomian nasional, terutama saat menghadapi gejolak dan volatilitas pasar keuangan global.

Related Post
"LCT menunjukkan pertumbuhan yang sangat impresif. Kami berharap instrumen ini dapat berkontribusi signifikan dalam memperkuat fondasi ekonomi serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan," pungkasnya.







Tinggalkan komentar