Sinyal Kenaikan Harga BBM Non Subsidi

Sinyal Kenaikan Harga BBM Non Subsidi

mediaseruni.co.id – Kabar kurang sedap bagi para pengguna kendaraan pribadi yang mengandalkan bahan bakar minyak (BBM) non subsidi. Memasuki awal bulan Oktober 2026, terdapat indikasi kuat bahwa harga BBM jenis non subsidi akan mengalami penyesuaian atau kenaikan. Hal ini dipicu oleh kondisi pasar energi global yang tengah mengalami gejolak signifikan.

Lonjakan harga minyak mentah dunia menjadi faktor utama di balik potensi kenaikan harga di SPBU. Saat ini, harga minyak mentah dunia dilaporkan telah menembus angka psikologis yang cukup tinggi. Berdasarkan data pasar terbaru, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak berjangka pengiriman November mengalami kenaikan sebesar 1,22 persen, sehingga menyentuh level USD106,56 per barel. Kondisi serupa juga terjadi pada minyak West Texas Intermediate (WTI) yang merangkak naik 1 persen ke angka USD93,57 per barel.

Sinyal Kenaikan Harga BBM Non Subsidi
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, memberikan sinyal bahwa penyesuaian harga BBM non subsidi merupakan konsekuensi logis dari dinamika pasar global. Ia menjelaskan bahwa mekanisme harga untuk jenis BBM non subsidi memang dirancang untuk mengikuti fluktuasi harga minyak dunia di pasar internasional.

COLLABMEDIANET

"Untuk jenis non subsidi, mekanismenya menyesuaikan dengan harga pasar. Kami memantau rata-rata pergerakan harga minyak dunia dalam satu bulan terakhir untuk menentukan seberapa besar penyesuaian harga yang perlu dilakukan," ujar Yuliot saat memberikan keterangan kepada awak media di kawasan Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Pemerintah saat ini tengah melakukan perhitungan mendalam untuk menentukan besaran angka kenaikan tersebut. Langkah ini diambil agar penyesuaian yang dilakukan tetap terukur dan tidak memberikan guncangan yang terlalu ekstrem bagi konsumen. Namun, Yuliot juga memberikan catatan bahwa jika ke depannya harga minyak dunia kembali melandai, maka harga BBM non subsidi pun memiliki peluang untuk turun kembali.

Di tengah ancaman kenaikan harga BBM non subsidi, masyarakat yang bergantung pada BBM bersubsidi seperti Pertalite dapat sedikit bernapas lega. Pemerintah memastikan bahwa harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat, terutama bagi kelompok berpenghasilan rendah.

Yuliot menegaskan bahwa harga BBM subsidi akan diupayakan tetap stabil hingga akhir tahun 2026. Langkah ini bertujuan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional agar tetap bergeliat di tengah ketidakpastian global. Meskipun harga minyak dunia naik, pemerintah memilih untuk menanggung beban kenaikan tersebut melalui alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Menteri telah menyampaikan bahwa untuk Pertalite dan jenis BBM subsidi lainnya, kami akan mempertahankan harga tersebut hingga akhir tahun. Tidak ada kenaikan untuk BBM subsidi," tegasnya. Dengan demikian, meskipun pengguna Pertamax atau jenis non subsidi lainnya harus bersiap menghadapi perubahan harga, masyarakat pengguna BBM subsidi tetap terlindungi dari dampak langsung lonjakan harga minyak dunia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar