Misteri Fasilitas Mewah di Balik Lapas Cibinong

Misteri Fasilitas Mewah di Balik Lapas Cibinong

mediaseruni.co.id – Dunia pemasyarakatan Indonesia kembali diguncang oleh skandal yang melibatkan fasilitas tidak wajar di dalam lembaga pemasyarakatan. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan Wisnu Hani Putranto, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Keputusan drastis ini diambil menyusul temuan mengejutkan dari Ombudsman terkait keberadaan fasilitas mewah yang tersembunyi di area belakang lapas tersebut.

Temuan Ombudsman tersebut mengungkap adanya sebuah bangunan atau area yang standarnya menyerupai apartemen eksklusif, sebuah pemandangan yang sangat kontras dengan kondisi hunian narapidana pada umumnya. Skandal ini memicu pertanyaan besar mengenai bagaimana fasilitas semewah itu bisa berdiri di dalam lingkungan penjara tanpa terdeteksi sebelumnya. Tidak hanya Wisnu yang menjadi sorotan, otoritas terkait juga mencopot empat pejabat lainnya di Lapas Cibinong guna menjalani pemeriksaan intensif terkait dugaan penyalahgunaan wewenang atau pembiaran fasilitas ilegal tersebut.

Misteri Fasilitas Mewah di Balik Lapas Cibinong
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Empat pejabat lain yang kini turut dinonaktifkan adalah Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik), Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Kamtib), serta Kepala Urusan Umum. Langkah pembersihan ini dilakukan untuk memastikan proses investigasi berjalan objektif dan transparan, guna mengungkap siapa saja yang terlibat dalam pengelolaan fasilitas mewah tersebut.

COLLABMEDIANET

Di tengah hiruk-pikuk kasus ini, publik mulai menyoroti profil dan latar belakang kekayaan Wisnu Hani Putranto. Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang tercatat per 31 Desember 2025, Wisnu diketahui memiliki total kekayaan mencapai Rp3,19 miliar. Angka ini mencakup berbagai aset yang dikelolanya, mulai dari alat transportasi, mesin, harta bergerak lainnya, hingga kas dan setara kas.

Namun, yang paling mencolok dari profil kekayaannya adalah kepemilikan aset berupa tanah dan bangunan. Komponen ini mendominasi total kekayaannya dengan nilai mencapai Rp2,73 miliar. Aset properti milik Wisnu ini tersebar di beberapa lokasi strategis, di antaranya di Kota Semarang, Jakarta Selatan, hingga wilayah Depok.

Kini, fokus penyelidikan beralih pada keterkaitan antara gaya hidup dan kepemilikan aset para pejabat tersebut dengan temuan fasilitas mewah di Lapas Cibinong. Kementerian Imipas berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini hingga ke akar-akarnya demi menjaga integritas institusi pemasyarakatan dari praktik-praktik koruptif dan penyimpangan yang mencederai rasa keadilan masyarakat. Publik kini menunggu hasil investigasi menyeluruh untuk melihat sejauh mana skandal ini melibatkan jaringan yang lebih luas.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar