mediaseruni.co.id – Memasuki hari Senin, 28 September 2026, dinamika harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Indonesia menunjukkan variasi yang cukup signifikan. Perbedaan harga antara penyedia layanan milik negara maupun badan usaha swasta memberikan ruang bagi konsumen untuk lebih selektif dalam mengatur pengeluaran transportasi harian mereka.
Bagi masyarakat yang mengandalkan layanan dari PT Pertamina (Persero), terdapat perbedaan mencolok antara produk subsidi dan nonsubsidi. Berdasarkan pantauan pasar hari ini, pemerintah dan Pertamina masih menjaga stabilitas harga untuk jenis BBM subsidi guna menjaga daya beli masyarakat. Produk Pertalite terpantau masih dibanderol di angka Rp10.000 per liter, sementara Biosolar tetap berada di harga Rp6.800 per liter.

Namun, bagi pemilik kendaraan yang menginginkan performa lebih tinggi melalui produk nonsubsidi, terdapat daftar harga yang perlu diperhatikan. Produk Pertamax saat ini masih dipatok pada harga Rp15.950 per liter. Sementara itu, bagi pengguna kendaraan yang membutuhkan efisiensi ramah lingkungan, Pertamax Green tersedia dengan harga Rp19.150 per liter. Untuk performa mesin yang lebih agresif, Pertamax Turbo dibanderol sebesar Rp19.600 per liter.

Related Post
Beralih ke sektor diesel, Pertamina juga menawarkan beberapa opsi. Dexlite kini dijual dengan harga Rp23.700 per liter, sedangkan varian tertinggi, Pertamina Dex, dibanderol Rp25.200 per liter.
Di sisi lain, kompetitor swasta seperti Shell, Vivo Energy, dan BP juga melakukan penyesuaian harga yang membuat peta persaingan semakin menarik. Shell, misalnya, mematok harga untuk varian Shell V-Power Diesel di angka Rp25.420 per liter. Angka ini menjadi referensi penting bagi pemilik kendaraan diesel kelas atas yang mencari kualitas bahan bakar premium.
Senada dengan Shell, Vivo Energy juga menawarkan produk Diesel Primus dengan harga yang identik, yakni Rp25.420 per liter. Untuk pengguna kendaraan bensin, Vivo menyediakan Revvo 92 dengan harga Rp16.130 per liter dan Revvo 95 yang dijual seharga Rp19.330 per liter.
Tidak ketinggalan, BP turut bersaing ketat di pasar BBM nonsubsidi. Produk BP 92 mereka dipasarkan dengan harga Rp16.130 per liter. Bagi konsumen yang menginginkan kualitas maksimal, BP Ultimate tersedia dengan harga Rp19.330 per liter, sementara untuk kebutuhan mesin diesel, BP Ultimate Diesel dibanderol Rp25.420 per liter.
Perbedaan harga yang tipis di antara merek-merek swasta ini menuntut konsumen untuk lebih jeli dalam membandingkan nilai ekonomis dan kualitas yang ditawarkan. Dengan beragamnya pilihan harga di pasar, masyarakat kini memiliki fleksibilitas lebih tinggi dalam menentukan pilihan bahan bakar yang paling sesuai dengan jenis kendaraan serta anggaran yang dimiliki.







Tinggalkan komentar