mediaseruni.co.id – Pemerintah Indonesia secara resmi telah melayangkan ajakan strategis kepada Azerbaijan untuk mempererat hubungan bilateral, khususnya dalam sektor perdagangan dan investasi. Langkah diplomasi ekonomi ini diambil guna membuka pintu seluas-luasnya bagi aliran modal dari negara di kawasan Kaukasus tersebut untuk masuk ke pasar domestik Indonesia.
Upaya penguatan hubungan ekonomi ini terungkap dalam pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di Baku, Azerbaijan. Dalam pertemuan tersebut, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu, bertemu langsung dengan Wakil Menteri Ekonomi Republik Azerbaijan, Azer Bayramov, untuk membahas peta jalan kerja sama ekonomi masa depan.

Todotua Pasaribu menegaskan bahwa saat ini Indonesia tengah berada dalam fase transformasi ekonomi yang sangat dinamis. Fokus utama pemerintah adalah meningkatkan nilai tambah sumber daya alam melalui kebijakan hilirisasi yang masif. Dengan kebijakan ini, Indonesia tidak lagi sekadar mengekspor bahan mentah, melainkan membangun kapasitas industri pengolahan di dalam negeri guna menopang pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Related Post
Dalam keterangannya, Todotua mengungkapkan bahwa meskipun potensi ekonomi kedua negara sangat besar, realisasi investasi dari pihak Azerbaijan ke Indonesia sejauh ini masih tergolong minim. Hal inilah yang menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia untuk segera diakselerasi.
"Kami memandang keterbatasan realisasi investasi saat ini sebagai peluang emas untuk memperkuat kemitraan. Kedua negara memiliki potensi ekonomi yang saling melengkapi satu sama lain. Oleh karena itu, kerja sama yang dibangun tidak boleh hanya terbatas pada transaksi perdagangan komoditas semata, melainkan harus merambah ke pengembangan industri dan investasi di berbagai sektor strategis," ujar Todotua dalam pernyataan resminya, sebagaimana dikutip pada Selasa (27/10/2026).
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya mewujudkan kemitraan ini melalui proyek-proyek nyata yang dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi kedua belah pihak. Indonesia berharap Azerbaijan dapat melihat peluang besar dalam mendukung ekosistem industri yang sedang dibangun oleh pemerintah.
Selain fokus pada hilirisasi, diskusi antara kedua delegasi juga menyentuh berbagai sektor krusial lainnya. Sektor energi, industri pengolahan, hingga pembangunan infrastruktur menjadi poin-poin utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Sektor-sektor ini dinilai memiliki sinergi yang kuat untuk dikembangkan bersama melalui skema investasi yang saling menguntungkan.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, Todotua Pasaribu dan Azer Bayramov telah menyepakati pentingnya penguatan komunikasi serta koordinasi antarlembaga di kedua negara. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat proses pemetaan proyek-proyek potensial, sehingga rencana kerja sama yang telah dibahas dapat segera berlanjut ke tahap realisasi investasi yang konkret. Melalui koordinasi yang intensif, diharapkan hambatan birokrasi dapat diminimalisir demi terciptanya iklim investasi yang lebih kondusif bagi para pelaku usaha dari kedua negara.









Tinggalkan komentar