Kalimantan dan Sumatera Membara Api Tak Padam

Kalimantan dan Sumatera Membara Api Tak Padam

mediaseruni.co.id – Kondisi darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menghantui wilayah Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa ribuan hektare lahan di Pulau Kalimantan masih dalam kondisi membara dan belum berhasil dipadamkan sepenuhnya. Berdasarkan data terbaru, luas lahan yang masih dalam proses penanganan di Kalimantan mencapai angka 3.392 hektare.

Provinsi Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan dampak paling parah, di mana api masih melahap sekitar 2.458 hektare lahan. Disusul oleh Kalimantan Barat dengan luas 884 hektare, dan Kalimantan Selatan yang mencatat sekitar 52 hektare lahan terbakar. Situasi ini menuntut kesiapsiagaan tinggi dari seluruh elemen pemerintah dan relawan di lapangan.

Kalimantan dan Sumatera Membara Api Tak Padam
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa pemerintah tengah mengerahkan berbagai strategi untuk menjinakkan api. Salah satu langkah krusial yang diambil adalah melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan memanfaatkan penggunaan dry ice guna memancing hujan di wilayah terdampak.

COLLABMEDIANET

"Berbagai strategi penanganan terus diupayakan oleh pemerintah pusat dan daerah dengan dukungan para relawan," ujar Berton dalam keterangan resminya.

Kondisi serupa juga terjadi di Pulau Sumatera. BNPB mencatat ada sekitar 990 hektare lahan yang terdampak kebakaran di tiga provinsi. Sumatera Selatan menjadi titik terparah dengan luas 889 hektare, diikuti Jambi sebanyak 89 hektare, dan Lampung dengan 12 hektare yang berlokasi di kawasan sensitif Taman Nasional Way Kambas (TNWK).

Untuk mengatasi bencana ini, pemerintah telah menyiagakan kekuatan besar di darat. Sebanyak 57.050 personel telah diterjunkan ke enam provinsi utama. Distribusi personel ini mencakup 16.387 orang di Kalimantan Tengah, 14.458 di Kalimantan Barat, 12.285 di Sumatera Selatan, 7.927 di Kalimantan Selatan, 5.984 di Jambi, dan 9 personel di Lampung.

Selain kekuatan darat, operasi udara juga menjadi tumpuan utama. Tercatat sebanyak 61 unit armada udara dikerahkan, yang terdiri dari 24 unit untuk patroli dan modifikasi cuaca, serta 37 unit helikopter water bombing untuk melakukan pengeboman air langsung ke titik api.

Di Kalimantan Tengah, upaya modifikasi cuaca telah dilakukan dengan menyemai 7.200 kilogram bahan semai, yang terdiri dari 5.200 kilogram dry ice dan 2.000 kilogram natrium klorida (NaCl). Meski upaya ini terus dilakukan, laporan hingga akhir Oktober menunjukkan bahwa hujan belum turun secara signifikan di wilayah sasaran tersebut.

Sementara itu, di Lampung, petugas menghadapi tantangan berat di Taman Nasional Way Kambas. Dengan 34 titik api yang terdeteksi, petugas menggunakan teknologi drone termal untuk mendeteksi bara api yang tersembunyi di dalam lahan gambut. Penggunaan pompa jinjing dan instalasi selang sepanjang hampir tiga kilometer pun dilakukan demi menjangkau titik api yang kritis.

Tak hanya di luar Jawa, kebakaran juga dilaporkan masih terjadi di kawasan Arjuno-Welirang, Jawa Timur. Pemerintah terus melakukan pemantauan ketat dan penentuan prioritas pemadaman guna mencegah api menjalar lebih luas dan mengancam ekosistem serta pemukiman warga.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar