mediaseruni.co.id – Bursa saham domestik membuka pekan ini dengan sinyal kurang bergairah. Indeks Harga Saham Gabungan IHSG pada Senin 14 September 2026 langsung tergelincir 751 poin atau setara 011 persen menyentuh posisi 653387. Kondisi serupa juga dialami Indeks LQ45 yang turun 074 poin atau 011 persen ke level 64898.
Pergerakan indeks acuan bursa Indonesia sepanjang pekan 14-18 September 2026 diprediksi akan diwarnai oleh berbagai faktor pendorong yang bercampur. Arah pergerakan IHSG sangat bergantung pada keputusan kebijakan moneter yang akan diumumkan oleh dua bank sentral berpengaruh di dunia yakni The Fed Amerika Serikat dan Bank of Japan BoJ.

Imam Gunadi seorang Equity Analyst dari PT Indo Premier Sekuritas IPOT menjelaskan bahwa konsensus pasar memproyeksikan Bank Sentral AS The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap lonjakan inflasi yang terjadi. Tidak hanya The Fed BoJ juga diperkirakan akan mengikuti jejak serupa dengan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin sehingga mencapai 125 persen.

Related Post
Kenaikan suku bunga oleh kedua bank sentral raksasa tersebut berpotensi besar meredam minat investor terhadap aset-aset berisiko. Terutama jika komunikasi yang disampaikan oleh The Fed dan BoJ cenderung lebih agresif atau hawkish dari ekspektasi pasar dampaknya bisa semakin signifikan. Investor perlu mencermati perkembangan ini untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.







Tinggalkan komentar