mediaseruni.co.id – Mata uang Garuda diprediksi akan menghadapi gempuran serius dari dolar Amerika Serikat AS pada sesi perdagangan mendatang Proyeksi ini sejalan dengan potensi penguatan indeks dolar AS yang diperkirakan melaju di kisaran 9030 sampai 10020
Analis pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa pelemahan rupiah tak lepas dari bayang bayang ketidakpastian pasar keuangan dunia serta gejolak kebijakan moneter AS Dalam risetnya yang dirilis Minggu 13 September 2026 Ibrahim Assuaibi memperingatkan bahwa rupiah berpeluang terdepresiasi hingga menyentuh level Rp17850 bahkan bisa melampaui angka tersebut

Ibrahim juga menyoroti bahwa pemicu utama tekanan pasar datang dari eskalasi konflik geopolitik khususnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah Tensi geopolitik yang memanas ini mendorong investor memburu aset aman safe haven berupa dolar AS

Related Post
Pada saat yang sama konflik Rusia-Ukraina yang tak kunjung usai turut memperkeruh volatilitas pasar mata uang dunia Konflik di wilayah kaya sumber daya ini juga berpotensi mengganggu rantai pasok global serta memicu kenaikan harga komoditas energi







Tinggalkan komentar