Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus rela menutup sesi pertama perdagangan hari ini, Jumat (22/08/2025), di zona merah. Koreksi tipis sebesar 2,30 poin atau setara 0,03% menyeret IHSG ke level 7.888,42.
Menurut pantauan mediaseruni.co.id, meskipun demikian, geliat pasar tetap terasa. Tercatat 398 saham berhasil menguat, berbanding 284 saham yang harus rela parkir di zona merah. Sementara itu, 274 saham lainnya memilih untuk tidak bergerak alias stagnan.
Nilai transaksi yang terjadi pada sesi pertama ini mencapai Rp7,8 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 20,8 miliar saham.

Related Post
Indeks LQ45, yang berisi saham-saham dengan kapitalisasi pasar terbesar dan likuiditas tinggi, juga ikut melemah sebesar 0,29% ke level 826,54. Senada, indeks JII, IDX30, dan MNC36 juga mengalami koreksi masing-masing sebesar 0,04%, 0,28%, dan 0,32%.
Secara sektoral, mayoritas sektor terpantau bergerak variatif. Sektor teknologi menjadi bintang dengan kenaikan signifikan sebesar 2,09%. Sektor transportasi juga mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 1,68%. Sementara itu, sektor kesehatan menjadi pemberat dengan penurunan sebesar 0,38%.
Beberapa saham berhasil mencuri perhatian dengan lonjakan harga yang signifikan. PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) memimpin daftar top gainers dengan kenaikan 34,78% ke level Rp248. Diikuti oleh PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) yang naik 27,50% ke Rp102, dan PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) yang melonjak 24,64% ke Rp172.
Di sisi lain, beberapa saham harus rela menjadi top losers. PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) mengalami penurunan terdalam sebesar 14,93% ke Rp1.595. Kemudian, PT Golden Flower Tbk (POLU) turun 14,77% ke Rp6.925, dan PT Pinnacle Persada Investama Tbk (XPLQ) terkoreksi 13,33% ke Rp494.
Analis mediaseruni.co.id menilai, koreksi tipis pada sesi pertama ini perlu diwaspadai. Investor disarankan untuk tetap cermat dalam memilih saham dan mempertimbangkan sentimen pasar yang berkembang.









Tinggalkan komentar