Gawat El Nino Ancam Pangan Impor Jalan Keluar

Gawat El Nino Ancam Pangan Impor Jalan Keluar

Fenomena El Nino yang melanda berbagai wilayah tanah air telah memukul telak sektor pertanian. Produksi komoditas pangan merosot tajam memicu kekhawatiran akan ketersediaan pasokan nasional. Untuk meredam potensi gejolak harga dan menjaga stabilitas, pemerintah kini serius menjajaki opsi impor pangan sebagai langkah darurat.

Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait bergerak cepat. Mereka tengah memetakan secara rinci daerah-daerah sentra pertanian yang paling terdampak. Opsi pengadaan pangan dari luar negeri dimatangkan melalui rapat koordinasi tingkat tinggi. "Potensi impor pangan ini sedang didalami kami tidak mendahului analisis tim Rakortas yang dipimpin Bapak Menko bersama seluruh kementerian terkait" ujar Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol di Jakarta Kamis (3/9/2026). Ia menekankan pentingnya menjaga inflasi dengan melihat detail spasial yang terganggu sebab El Nino tentu mempengaruhi produktivitas semua komoditas di Indonesia.

Gawat El Nino Ancam Pangan Impor Jalan Keluar
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Sebagai respons sigap terhadap penurunan pasokan pemerintah telah mengaktifkan satuan tugas khusus. Tim ini bertugas merekalibrasi ketahanan pangan nasional terutama pada komoditas yang paling krusial. Seluruh jajaran otoritas pangan dijadwalkan menggelar pertemuan awal pekan depan untuk merumuskan skema intervensi paling efektif. "Semuanya sedang dicek dan diteliti kami mengaktivasi tim khusus untuk merekalibrasi ketahanan pangan dan hari Selasa kami rapat dengan semua kementerian atau lembaga untuk memetakan detail permasalahan lapangan sehingga langkah tercepat bisa dirumuskan" terang Hanif.

COLLABMEDIANET

Hanif menambahkan bahwa instrumen perdagangan internasional seringkali menjadi keniscayaan untuk menyeimbangkan neraca pangan saat produksi domestik terganggu cuaca ekstrem. Curah hujan minim dan ancaman kebakaran lahan yang terjadi saat ini menjadi momentum evaluasi penting. Ini guna memperkuat daya tahan ekosistem pertanian jangka panjang. "Bicara pangan kadang tidak lepas dari impor dan ekspor sehingga ini menjadi kesempatan mengkalibrasi ketahanan bentang alam kita yang ternyata belum sepenuhnya tahan didera El Nino kuat" kata Hanif. Ia menegaskan bencana ini bukan takdir melainkan wajib membangun ketahanan lingkungan agar dunia usaha memiliki kepastian di tengah ancaman perubahan iklim.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar