mediaseruni.co.id – Era digital yang melaju kencang, didorong oleh gelombang transformasi digital dan kecerdasan buatan AI, telah menciptakan kebutuhan tak terhingga akan infrastruktur data center. Indonesia, bersama kawasan Asia Pasifik, kini menjadi sorotan utama sebagai medan pertempuran sekaligus ladang emas bagi pengembangan pusat data masa depan.
Ekspansi masif ini membuka gerbang peluang bisnis yang menggiurkan di berbagai lini rantai pasok data center. Meskipun pembangunan infrastruktur digital ini menuntut investasi modal yang fantastis, diperkirakan mencapai 60 miliar dolar AS untuk setiap 1 gigawatt, potensi keuntungannya jauh melampaui angka tersebut.

Ingin menyelami lebih dalam prospek dan geliat industri data center? MNC Sekuritas akan mengupas tuntas dalam sesi IG Live Research Corner bertajuk "Bongkar Rantai Cuan Data Center RI". Analis Riset Ekuitas MNC Sekuritas, Christian Sitorus, siap berbagi wawasan eksklusif melalui akun Instagram @mncsekuritas pada Kamis 3 September 2026 pukul 16.00 WIB.

Related Post
Christian Sitorus menegaskan bahwa lonjakan pesat teknologi AI menjadi pemicu utama peningkatan signifikan permintaan data center. Konsumsi listrik global untuk pusat data diprediksi akan melonjak hampir dua kali lipat, dari 485 TWh pada tahun 2025 menjadi 950 TWh pada 2030, dengan segmen AI sebagai penggerak dominan.
"Kondisi ini menempatkan Indonesia pada posisi strategis untuk menjadi salah satu hub data center terkemuka di regional. Keunggulan kita terletak pada ketersediaan pasokan listrik, serta biaya energi dan lahan yang sangat kompetitif," ungkap Sitorus.
Sebagai informasi, MNC Sekuritas merupakan entitas perusahaan efek yang bernaung di bawah MNC Group, dengan mayoritas kepemilikan saham dipegang oleh PT MNC Kapital Indonesia.







Tinggalkan komentar