mediaseruni.co.id – Transformasi nyata sedang terjadi di pelosok Indonesia, di mana keberadaan energi bersih kini bukan lagi sekadar soal penerangan, melainkan menjadi motor penggerak utama kesejahteraan ekonomi masyarakat. Fenomena ini terlihat jelas di dua wilayah berbeda, yakni Desa Tumpak di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Dusun Bondan di Cilacap, Jawa Tengah. Di kedua lokasi tersebut, transisi energi telah mengubah wajah desa dari wilayah yang tertinggal menjadi kawasan produktif yang mandiri.
Di Desa Tumpak, perubahan dimulai dari upaya pemulihan alam. Melalui inisiatif warga yang dipimpin oleh Burhanudin, kawasan hutan lindung yang sempat mengalami penggundulan parah pada tahun 2018 kini telah kembali hijau. Tercatat, sekitar 30 ribu pohon telah berhasil ditanam dan tumbuh subur di kawasan tersebut. Langkah pelestarian lingkungan ini ternyata menjadi kunci pembuka pintu rezeki baru bagi penduduk setempat.

Keberhasilan menghijaukan hutan telah memicu lahirnya berbagai unit usaha baru. Sektor peternakan mulai berkembang pesat, sementara potensi ekowisata mulai dilirik oleh wisatawan, dengan angka kunjungan mencapai sekitar 800 orang setiap tahunnya. Selain itu, pemanfaatan sumber daya alam lokal melalui pengolahan produk turunan kelapa seperti cocopeat (serbuk sabut kelapa), virgin coconut oil (VCO), hingga briket menjadi primadona baru penghasilan warga.

Related Post
Dampak ekonomi ini sangat terasa dengan adanya penyerapan 60 tenaga kerja lokal yang mampu menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp60 juta per tahun. Menariknya, seluruh aktivitas produktif ini didukung oleh ketersediaan energi terbarukan melalui penggunaan panel surya berkapasitas 6,6 kWp. "Semakin banyak pohon yang tertanam, semakin banyak sumber perekonomian baru yang tumbuh di desa ini," ungkap Burhanudin dalam forum diskusi daring bertajuk DETalk yang digelar baru-baru ini.
Kisah inspiratif serupa datang dari Dusun Bondan, Cilacap. Jika dulu masyarakat di sana harus berjuang keras menghadapi kegelapan dan keterbatasan air, kini situasinya berbalik 180 derajat. Hingga tahun 2017, Dusun Bondan merupakan salah satu wilayah yang belum tersentuh aliran listrik. Bahkan, untuk mendapatkan air bersih, warga harus menempuh perjalanan jauh sejauh 7 kilometer menggunakan perahu.
Namun, kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida (PLTH) telah mengubah segalanya. Listrik kini tidak hanya sekadar menerangi rumah-rumah warga saat malam hari, tetapi juga menjadi tenaga penggerak bagi teknologi vital lainnya. Dengan adanya listrik, masyarakat kini dapat mengoperasikan aerator tambak untuk meningkatkan hasil perikanan serta menggunakan teknologi desalinasi untuk mengolah air payau menjadi air bersih yang layak konsumsi.
Keberhasilan di Desa Tumpak dan Dusun Bondan membuktikan bahwa integrasi antara pelestarian lingkungan dan penyediaan energi bersih merupakan cetak biru masa depan untuk menciptakan desa yang berdaya dan mandiri secara ekonomi.







Tinggalkan komentar