DSSA Pecah Saham 1:25: Bakal Jadi Incaran Baru Investor?

DSSA Pecah Saham 1:25: Bakal Jadi Incaran Baru Investor?

JAKARTA – Sebuah langkah strategis diambil oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), emiten unggulan di sektor energi dan infrastruktur di bawah naungan Grup Sinar Mas. Perseroan secara resmi mengumumkan jadwal pelaksanaan stock split dengan rasio 1:25, sebuah manuver yang diharapkan dapat membuka keran likuiditas saham di pasar modal.

Direktur Dian Swastatika Sentosa, Daniel Cahya, menjelaskan bahwa tingginya valuasi harga saham perseroan selama ini kerap menjadi disinsentif bagi aktivitas transaksi. "Likuiditas artinya ada trading atau tidak kan, mungkin di kita bagus, tapi memang sebab harganya terlalu tinggi," ungkap Daniel dalam sesi Media Gathering pada Kamis (2/4/2026), sebagaimana dilaporkan oleh mediaseruni.co.id.

DSSA Pecah Saham 1:25: Bakal Jadi Incaran Baru Investor?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Daniel Cahya menaruh harapan besar bahwa aksi korporasi ini akan memicu peningkatan volume transaksi dan menjadikan saham DSSA lebih atraktif. "Tanggal 9 April nanti akan terlihat, jadi kita harapkan saham DSSA akan lebih likuid," imbuhnya, mengacu pada tanggal efektif pelaksanaan yang akan segera tiba.

COLLABMEDIANET

Rencana stock split ini sebelumnya telah mendapatkan restu dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan perseroan. Dengan rasio pemecahan saham 1:25, setiap satu lembar saham DSSA yang beredar saat ini akan dipecah menjadi 25 lembar saham baru.

Secara fundamental, langkah ini tidak mengubah nilai kapitalisasi pasar perusahaan, namun secara psikologis dan teknis, harga per lembar saham akan menjadi jauh lebih terjangkau. Hal ini berpotensi besar menarik minat investor ritel yang sebelumnya mungkin terhalang oleh harga saham yang relatif mahal, sehingga diharapkan dapat meningkatkan frekuensi perdagangan dan kedalaman pasar saham DSSA. Aksi korporasi ini dipandang sebagai strategi proaktif DSSA untuk mengoptimalkan potensi pasar dan memastikan sahamnya tetap relevan di tengah dinamika bursa.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar