Bukan Cuma Harmonis, Menaker Ungkap Level Baru Hubungan Kerja di Pupuk Kaltim!

JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli baru-baru ini menyerukan peningkatan kualitas hubungan industrial di Indonesia, dari sekadar harmonis menuju tingkat yang lebih sinergis dan produktif. Seruan ini disampaikan Menaker saat menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) dengan Serikat Pekerja Korps Karyawan Pupuk Kaltim (SP KKPKT) untuk periode 2026-2028 di Jakarta.

Gambar Istimewa : img.okezone.com

Yassierli menegaskan bahwa tantangan ke depan bukan hanya menciptakan kesepahaman, melainkan bagaimana implementasi PKB dapat berjalan secara konsisten dan kolaboratif. "Kita harus mendorong hubungan industrial naik kelas menjadi sinergis, di mana manajemen dan pekerja bergerak bersama untuk mencapai tujuan perusahaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan," ujarnya, seperti dikutip dari mediaseruni.co.id.

COLLABMEDIANET

Pandangan ini menggarisbawahi pentingnya hubungan industrial yang mampu mengelola dinamika internal secara matang, dituangkan dalam kesepakatan tertulis yang memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan bagi semua pihak. Ini adalah fondasi krusial bagi pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berkelanjutan, memastikan produktivitas perusahaan sejalan dengan peningkatan kualitas hidup para pekerjanya.

Penandatanganan PKB yang berlangsung pada Selasa (14/4/2026) tersebut, selain dihadiri Menaker, juga disaksikan oleh perwakilan dari Danantara dan Pupuk Indonesia. Momen ini menjadi bukti nyata komitmen Pupuk Kaltim dalam membangun ekosistem kerja yang kondusif dan progresif.

Menaker Yassierli menyampaikan apresiasi tinggi atas proses perundingan bipartit yang telah menghasilkan PKB ini. Menurutnya, mekanisme hubungan industrial di Pupuk Kaltim telah berjalan sangat baik, mencerminkan prinsip dialog sosial yang konstruktif dan berkeadilan.

"Kami melihat kedua belah pihak berkomitmen menjaga keseimbangan antara kepentingan perusahaan dan kesejahteraan pekerja. Ini penting, karena hubungan industrial yang harmonis hanya bisa terwujud jika ada rasa keadilan dan kepercayaan dari kedua pihak dan Pupuk Kaltim bisa menjadi contoh hal tersebut, sesuai dengan visi misi yang diusung," jelas Yassierli. Keberhasilan ini menempatkan Pupuk Kaltim sebagai teladan dalam pengelolaan hubungan industrial yang adaptif dan progresif, memberikan inspirasi bagi perusahaan lain dalam menciptakan lingkungan kerja yang sinergis dan berdaya saing.


Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar