Terkuak! Menkeu Purbaya Selidiki Pajak JHT, Siapa Diuntungkan?

JAKARTA – Polemik terkait pungutan pajak atas Jaminan Hari Tua (JHT) semakin memanas, mendorong Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk angkat bicara. Menanggapi desakan dari serikat pekerja dan staf khusus Presiden yang menuntut penghapusan pajak ini, Purbaya menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan kajian mendalam demi menjamin asas keadilan dalam setiap kebijakan fiskal.

Gambar Istimewa : img.okezone.com

Desakan penghapusan pajak JHT ini, yang rencananya akan disampaikan melalui surat resmi, menjadi sorotan publik, terutama bagi para pekerja yang mengandalkan dana pensiun ini. Purbaya, yang ditemui usai rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) pada Senin (29/6/2026), menyatakan bahwa surat resmi tersebut belum sampai di mejanya. Namun, ia memastikan bahwa setiap keluhan akan ditindaklanjuti dengan serius.

COLLABMEDIANET

Related Post

"Belum. Nanti kita lihat aturan yang ada seperti apa. Dan kita akan juga bandingkan dengan best practice dunia seperti apa," ujar Purbaya, seperti dikutip dari mediaseruni.co.id. Ia menambahkan bahwa keputusan akhir, apakah insentif pajak akan diberikan atau tidak, sangat bergantung pada hasil kajian komprehensif tersebut. "Tapi untuk fairness, semuanya akan bayar," imbuhnya, menekankan prinsip kesetaraan di hadapan hukum pajak.

Bendahara negara ini menekankan pentingnya kehati-hatian dalam merumuskan kebijakan fiskal, khususnya yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana melakukan penelaahan data wajib pajak secara menyeluruh, khususnya mereka yang mencairkan saldo JHT di atas Rp50 juta. Langkah ini krusial untuk memastikan bahwa setiap perubahan kebijakan tidak justru menguntungkan kelompok berpenghasilan tinggi semata.

"Dan kita akan cek. Itu kan sampai Rp50 juta ya? Kita akan lihat yang bayar di atas Rp50 juta berapa. Jangan-jangan saya kasih untuk orang yang kaya saja. Jadi saya akan investigasi," tegas Purbaya. Pernyataan ini menggarisbawahi tekad Kemenkeu untuk mencegah salah sasaran insentif dan memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar pro-rakyat, bukan hanya segelintir individu. Keputusan final akan didasarkan pada investigasi data yang akurat dan perbandingan dengan praktik terbaik global, demi menciptakan sistem perpajakan yang adil dan berkelanjutan.


Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar