Artikel Berita:
Jakarta, mediaseruni.co.id – Kabar baik sekaligus tanda tanya muncul dari pasar tenaga kerja Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran pada Agustus 2025 menyentuh 7,46 juta orang, sedikit berkurang sekitar 4.000 orang dibandingkan Agustus 2024.
Namun, di balik penurunan angka pengangguran ini, terselip perubahan tren yang menarik perhatian. Data BPS menunjukkan peningkatan signifikan pada jumlah pekerja paruh waktu.

Related Post
Pada Agustus 2025, jumlah penduduk usia kerja mencapai 218,17 juta orang, bertambah 2,80 juta orang dari tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 154 juta orang merupakan angkatan kerja, dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 70,59 persen.
Sebanyak 146,54 juta orang dari angkatan kerja tersebut tercatat bekerja, meningkat 1,90 juta orang. Hal ini sejalan dengan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 4,85 persen.
Menariknya, terjadi pergeseran pola kerja. Proporsi pekerja penuh waktu (bekerja lebih dari 35 jam per minggu) menurun 0,75 persen poin menjadi 67,32 persen atau 98,65 juta orang. Sebaliknya, jumlah pekerja paruh waktu (1-30 jam per minggu) melonjak, terutama pekerja paruh waktu formal yang bertambah 1,66 juta orang menjadi 36,29 juta orang.
Fenomena ini menimbulkan pertanyaan, apakah penurunan pengangguran ini diiringi dengan kualitas pekerjaan yang memadai? Peningkatan pekerja paruh waktu bisa menjadi indikasi adanya tantangan dalam menciptakan lapangan kerja penuh waktu yang layak. mediaseruni.co.id akan terus menggali informasi lebih lanjut mengenai tren ini dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia.









Tinggalkan komentar