Terkuak! Strategi Ambisius RI Pangkas Impor BBM Miliaran Dolar

JAKARTA – Indonesia tengah menyiapkan langkah strategis monumental untuk mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM) yang membebani neraca perdagangan. Melalui program ambisius E20, pemerintah menargetkan kebutuhan etanol hingga 4 juta kiloliter (KL) per tahun, sebuah inisiatif yang diharapkan mampu menghemat devisa negara secara signifikan.

Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa saat ini, kebutuhan bensin nasional mencapai angka fantastis 40 juta KL setiap tahun. Ironisnya, kapasitas produksi dalam negeri baru menyentuh 14,3 juta KL, memaksa Indonesia mengimpor sekitar 25 juta KL bensin setiap tahunnya. Defisit pasokan ini menjadi celah besar yang terus menggerus cadangan devisa.

COLLABMEDIANET

Namun, ada secercah harapan. Bahlil menjelaskan, setelah Kilang Balikpapan beroperasi penuh pada Januari 2026, produksi bensin nasional akan bertambah 5,5 juta KL. Penambahan kapasitas ini diproyeksikan akan menekan angka impor bensin menjadi sekitar 20 juta KL per tahun. Meskipun terjadi penurunan, angka 20 juta KL masih tergolong besar dan menjadi fokus utama pemerintah untuk diatasi.

Untuk mengisi celah defisit yang tersisa, pemerintah menyiapkan Program E20, yaitu pencampuran bensin dengan 20 persen etanol. Kebijakan ini dirancang sebagai solusi jitu untuk mengurangi volume impor bensin yang masih mencapai 20 juta KL.

"Untuk mengurangi impor yang tersisa 20 juta kiloliter maka kita akan menerapkan Program E20," ujar Bahlil, seperti dikutip mediaseruni.co.id. Ia menambahkan bahwa produksi etanol yang dibutuhkan untuk program ini mencapai 4 juta KL. Etanol tersebut akan diproduksi dari bahan baku pertanian seperti tebu, singkong, dan jagung. Guna menjamin keberlanjutan pasokan dan memberdayakan petani, pemerintah berkomitmen menjadi off-taker atau pembeli hasil produksi etanol dari petani.

Program E20 ini tidak muncul begitu saja. Bahlil menyebut, kebijakan ini terinspirasi dari keberhasilan program biodiesel (B10 hingga B50) yang telah sukses diterapkan pada sektor solar. Pendekatan serupa diharapkan dapat mereplikasi kesuksesan tersebut di sektor bensin, mendorong pengembangan industri bioetanol dalam negeri yang mandiri dan berkelanjutan.

Langkah strategis ini tidak hanya bertujuan mengurangi impor dan menghemat devisa, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang lebih luas. Dengan mengandalkan komoditas pertanian lokal sebagai bahan baku etanol, program ini akan memberdayakan petani, menciptakan lapangan kerja, dan menggerakkan roda ekonomi di sektor pertanian. Ini adalah upaya komprehensif untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar