IHSG Tergelincir di Awal Perdagangan Selasa

IHSG Tergelincir di Awal Perdagangan Selasa

mediaseruni.co.id – Pasar modal Indonesia menunjukkan tren negatif pada pembukaan perdagangan Selasa (27/10/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami koreksi tipis saat bel pembukaan berbunyi. Berdasarkan data transaksi terbaru, IHSG merosot sebesar 0,28 persen dan kini bertengger di level 5.357.

Kondisi pelemahan ini terlihat sangat cepat sejak menit-menit awal perdagangan dimulai. Hanya dalam waktu satu menit setelah pasar dibuka, IHSG sudah menunjukkan pergerakan negatif sebesar 0,07 persen dengan posisi di level 5.369. Fenomena ini mengindikasikan adanya tekanan jual yang cukup signifikan di awal sesi perdagangan hari ini.

IHSG Tergelincir di Awal Perdagangan Selasa
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Jika menilik komposisi pergerakan saham, terlihat adanya dinamika yang beragam di antara emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Tercatat sebanyak 300 saham berhasil mencatatkan penguatan, sementara 147 saham lainnya mengalami penurunan harga. Adapun sebanyak 516 saham lainnya terpantau bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga sama sekali. Adapun nilai transaksi yang mengalir di pasar pada awal perdagangan ini mencapai angka Rp743 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 262 juta lembar saham.

COLLABMEDIANET

Kondisi merah ini tidak hanya menghampiri IHSG, tetapi juga merambat ke beberapa indeks lainnya. Indeks LQ45, yang menjadi acuan saham-saham paling likuid, mengalami penurunan sebesar 0,18 persen ke level 541. Senada dengan itu, indeks IDX30 juga melemah 0,32 persen ke level 303, dan indeks MNC36 turun 0,30 persen ke level 238. Menariknya, di tengah tekanan tersebut, Indeks Jakarta Islamic Index (JII) justru menunjukkan performa positif dengan menguat 0,27 persen ke level 317.

Jika meninjau pergerakan berdasarkan sektor, terdapat perbedaan kontras antara sektor yang tumbuh dan yang tertekan. Sektor-sektor yang berhasil bertahan di zona hijau meliputi sektor energi, barang konsumen primer (consumer non-cyclicals), barang konsumen nonprimer (consumer cyclicals), bahan baku, transportasi, industri, hingga sektor kesehatan.

Di sisi lain, sektor keuangan, infrastruktur, properti, dan teknologi justru harus menghadapi tekanan besar dengan berada di zona merah. Hal ini menunjukkan bahwa sektor-sektor yang selama ini menjadi penggerak utama pasar justru mengalami tekanan jual yang cukup kuat.

Dalam daftar saham yang paling banyak mengalami kenaikan atau top gainers, PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK), PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS), dan Reksa Dana Indeks Batavia SRI-KEHATI ETF menjadi pemimpin pasar. Sebaliknya, tekanan jual paling kuat terlihat pada saham PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK), PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA), dan PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) yang masuk dalam jajaran top losers. Para investor disarankan untuk tetap waspada dan memantau pergerakan pasar lebih lanjut sepanjang hari ini.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar