AS Kuasai Cadangan Minyak Terbesar Dunia: Geopolitik Berubah?

AS Kuasai Cadangan Minyak Terbesar Dunia: Geopolitik Berubah?

JAKARTA, mediaseruni.co.id – Sebuah pengumuman mengejutkan datang dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyatakan bahwa AS telah mengambil alih cadangan minyak Venezuela. Langkah strategis ini tidak hanya mencakup kontrol atas sumber daya energi terbesar di dunia, tetapi juga komitmen ambisius untuk merevitalisasi industri minyak Venezuela yang kini berada di ambang kehancuran, melalui investasi miliaran dolar dari perusahaan-perusahaan AS.

Pengambilalihan ini menandai babak baru dalam dinamika geopolitik energi global. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dikabarkan sedang menyusun detail komprehensif terkait pengelolaan cadangan minyak Venezuela pasca-penangkapan Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya. Ini mengindikasikan bahwa AS berencana untuk memainkan peran sentral dalam restrukturisasi politik dan ekonomi negara Amerika Latin tersebut.

AS Kuasai Cadangan Minyak Terbesar Dunia: Geopolitik Berubah?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Venezuela, berdasarkan data dari Badan Informasi Energi AS (EIA), adalah pemegang mahkota cadangan minyak mentah terbesar di dunia, dengan estimasi mencapai 303 miliar barel. Angka fantastis ini merepresentasikan sekitar seperlima dari total cadangan global, bahkan melampaui Arab Saudi pada tahun 2023. Kekayaan sumber daya alam yang melimpah ini diprediksi akan menjadi poros utama bagi masa depan ekonomi Venezuela, jika dikelola dengan baik.

COLLABMEDIANET

Presiden Trump menegaskan visi AS dalam konferensi pers di Mar-a-Lago, seperti dikutip dari CNN Internasional. "Kami akan mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak besar AS, yang terbesar di dunia, untuk masuk, mengucurkan miliaran dolar, dan memperbaiki infrastruktur minyak yang rusak parah," ujarnya. Trump juga menambahkan bahwa Amerika Serikat akan mengelola pemerintahan Venezuela untuk sementara waktu, mengisyaratkan intervensi yang lebih dalam dari sekadar sektor energi.

Meskipun dampak jangka pendek terhadap harga minyak global masih sulit diprediksi mengingat pasar komoditas yang tutup pada akhir pekan, langkah AS ini jelas menimbulkan pertanyaan besar mengenai stabilitas pasokan energi dan pergeseran kekuatan geopolitik di masa mendatang. Pengambilalihan cadangan minyak terbesar dunia oleh AS berpotensi merombak peta energi global dan memicu reaksi beragam dari berbagai aktor internasional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar