Lawan Api di Tanjung Puting

Lawan Api di Tanjung Puting

mediaseruni.co.id – Pemerintah secara resmi telah menetapkan strategi khusus dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian mengkhawatirkan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Melalui pemetaan teknologi tinggi, otoritas terkait telah mengidentifikasi empat titik utama yang menjadi medan tempur atau battleground dalam upaya pemadaman api guna melindungi ekosistem hutan yang sangat berharga tersebut.

Langkah deteksi dini ini dilakukan dengan memanfaatkan teknologi drone thermal. Penggunaan teknologi sensor panas ini terbukti sangat efektif untuk mengidentifikasi titik api yang tersembunyi di balik kerapatan vegetasi maupun di bawah lapisan gambut. Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkapkan bahwa hasil pemetaan tersebut menunjukkan adanya empat zona krusial yang menjadi fokus utama operasi pemadaman.

Lawan Api di Tanjung Puting
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Dari sekian banyak titik api yang tersebar di wilayah Tanjung Puting, melalui bantuan drone thermal, kami berhasil mengidentifikasi empat lokasi utama di mana kita harus bertarung melawan api," ujar Raja Juli dalam keterangan resminya, Rabu (14/10).

COLLABMEDIANET

Lokasi-lokasi yang menjadi prioritas tersebut meliputi kawasan Pesalat, Teluk Pulai, Sungai Buluh Kecil, Sungai Buluh Besar, serta area di sekitar Sungai Bawung dan Tanjung Rengas. Salah satu perhatian khusus diberikan pada kawasan Pesalat. Hal ini dikarenakan posisi Pesalat yang sangat berdekatan dengan feeding area atau zona tempat satwa liar mencari makan. Jika api tidak segera dikendalikan, risiko kerusakan habitat satwa endemik akan semakin besar.

Untuk mencegah api merambat hingga masuk ke zona inti taman nasional, pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi yang komprehensif. Salah satu rencana strategisnya adalah penambahan infrastruktur air berupa sumur bor. Berdasarkan hasil analisis di lapangan, dibutuhkan sekitar 30 sumur bor tambahan untuk menjamin ketersediaan air selama operasi pemadaman berlangsung di lokasi tersebut.

Selain penguatan infrastruktur, pemerintah juga mengerahkan kekuatan manusia secara masif. Sebanyak 160 personel pasukan darat telah disiapkan untuk terjun langsung ke lapangan. Selain itu, pemerintah tengah mengkaji penggunaan alat berat untuk pembuatan sekat bakar. Namun, penggunaan alat berat ini dilakukan dengan perhitungan yang sangat matang, terutama dengan mempertimbangkan kondisi medan serta kedalaman lapisan gambut di lokasi kebakaran.

"Tujuan utama kita adalah mencegah agar api tidak masuk ke zona inti," tegas Raja Juli.

Dalam menjalankan operasi ini, pemerintah juga menerapkan strategi penyiagaan personel secara berkelanjutan. Sebagian personel akan ditempatkan langsung di lapangan selama kurang lebih satu pekan. Strategi ini diambil agar proses pemadaman dapat berjalan secara kontinu dan efektif tanpa terhambat oleh kendala mobilisasi personel yang bolak-balik dari lokasi.

Raja Juli juga menegaskan komitmen penuh dari seluruh lini pemerintah. Ia memastikan bahwa pemerintah pusat dan daerah, bersama TNI, Polri, BMKG, hingga BNPB, akan bekerja secara sinergis dan tidak akan lepas tangan dalam menangani krisis ini. Seluruh upaya yang memungkinkan akan dikerahkan demi menyelamatkan kawasan konservasi Tanjung Putring dari ancaman kebakaran.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar