mediaseruni.co.id – Suasana tenang di wilayah Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendadak berubah menjadi kepanikan luar biasa pada Minggu (4/10) pagi. Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang kawasan tersebut, memicu gelombang kepanikan yang membuat warga berhamburan keluar rumah demi menyelamatkan diri.
Peristiwa alam yang terjadi sekitar pukul 05.55 WIB atau 06.55 WITA ini dilaporkan telah menimbulkan dampak kerusakan yang cukup signifikan di berbagai titik. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, puluhan bangunan milik warga, fasilitas umum, hingga rumah ibadah dilaporkan mengalami kerusakan akibat guncangan hebat tersebut.

Camat Kodi Bangedo, Elis Kaka, mengonfirmasi bahwa dampak gempa terasa sangat kuat di wilayahnya. Ia menyebutkan bahwa hampir seluruh desa di Kecamatan Kodi Bangedo merasakan getaran yang sangat hebat. Saat ini, pihak pemerintah kecamatan tengah berupaya keras melakukan pendataan menyeluruh untuk memastikan jumlah total kerusakan bangunan dan fasilitas publik.

Related Post
"Kami memastikan bahwa puluhan rumah telah mengalami kerusakan karena hampir seluruh desa di wilayah ini terdampak. Kekhawatiran kami adalah jumlah kerusakan bisa mencapai ratusan bangunan, mengingat betapa hebatnya guncangan tadi pagi," ungkap Elis saat memberikan keterangan kepada awak media.
Dari hasil pemantauan sementara, terdapat tiga wilayah yang menjadi titik paling parah terdampak, yakni Desa Maliti Bondo Ate, Desa Leka Ninyo, dan Desa Lete Loko. Ketiga desa tersebut berada dalam radius yang sangat dekat dengan pusat gempa, yakni hanya berjarak sekitar 6 kilometer dari episentrum. Kerusakan yang dilaporkan meliputi dinding rumah yang retak hingga bangunan yang mengalami kerusakan berat.
Meski kerusakan bangunan cukup masif, hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai adanya korban jiwa maupun luka-luka akibat peristiwa tersebut. Pihak berwenang masih terus melakukan verifikasi di lapangan untuk memastikan kondisi keselamatan warga secara menyeluruh.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumba Barat Daya, Stefanus Malo, menyatakan bahwa timnya tengah bergerak melakukan pendataan di lokasi-lokasi terdampak. Mengingat posisi tim yang sempat berada cukup jauh dari pusat gempa, proses pemutakhiran data masih terus dilakukan secara intensif.
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini berpusat di laut, tepatnya 29 kilometer arah barat daya Kodi, Sumba Barat Daya, dengan kedalaman mencapai 30 kilometer. Analisis BMKG menunjukkan bahwa episenter gempa berada pada koordinat 9,84 LS dan 118,90 BT. Gempa ini dikategorikan sebagai gempa dangkal, namun BMKG menegaskan bahwa aktivitas seismik ini tidak berpotensi memicu tsunami.









Tinggalkan komentar