Langsung ke isi

Media Seruni

  • Ekonomi
  • Nasional

Misteri Suara Dentuman Di Jabar Dan Jatim Akhirnya Terpecahkan


Home

BANDUNG

Misteri Suara Dentuman di Jabar dan Jatim Akhirnya Terpecahkan

by
Redaksi
Februari 7, 2021
in
BANDUNG
0

Misteri Suara Dentuman di Jabar dan Jatim Akhirnya Terpecahkan

0

SHARES

4

VIEWS

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

BANDUNG, MEDIASERUNI.CO.ID – Beberapa waktu lalu masyarakat di Jawa Barat dihebohkan dengan suara dentuman misterius. Terakhir dentuman itu terdengar di Malang, Jawa Timur.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono, menyampaikan ulasannya lewat tulisan berjudul Lapisan Inversi, Petir dan Misteri Suara Dentuman.

Dikutip dari Viva, Daryono menjelaskan, dalam ilmu meteorologi dikenal istilah ‘inversi suhu’ yaitu tertindihnya lapisan udara dingin oleh lapisan udara yang lebih hangat di atmosfer.

Lapisan udara ini terbentuk jika ada udara hangat naik ke atas lapisan udara yang lebih dingin, kemudian menyebar dan meluas di atmosfer.

“Adapun sumber panas tersebut dapat berasal dari aktivitas industri, kebakaran, lalu lintas, pelepasan panas penyinaran Matahari yang diterima, radiasi permukaan bumi dan lain-lain,” kata Daryono dikutip dari analisisnya, Sabtu 6 Februari 2021.

Daryono mengungkapkan, lapisan inversi yang terbentuk berperan sebagai pemantul kurang sempurna bagi gelombang akustik, gelombang radio dan bahkan cahaya. Salah satu dari sekian banyak daerah di Indonesia yang rentan terhadap terbentuknya lapisan inversi adalah daerah Malang.

“Dengan topografi yang berbentuk cekungan yang dikelilingi pegunungan menjadikan kawasan ini rentan dilingkupi inversi suhu pada kondisi tertentu, yaitu ketika udara dingin terperangkap di lembah dan lapisan udara hangat menutupinya dari atas,” kata dia.

Pada saat Cekungan Malang tertutupi lapisan inversi, lanjut Daryono, seolah terbentuk ‘lorong raksasa’. Cukup dengan kejadian petir yang terjadi di dekatnya atau dari tempat lain maka dentuman akan menjalar di sepanjang lembah dan terpantul berulang-ulang mirip terbentuknya gema seperti dilaporkan sebagian warga Malang beberapa hari lalu.

“Demikian juga hal yang sama, suara dentuman yang beberapa kali terjadi di berbagai daerah, yang selama ini menjadi misteri, biang penyebabnya adalah keberadaan lapisan inversi di atmosfer kita,” tuturnya.

Fenomena ‘inversi suhu’ ini, lanjut dia, sebenarnya tidak lazim karena dalam kondisi normal, suhu udara semakin tinggi mestinya makin dingin, sehingga fenomena terbentuknya lapisan inversi hanya dapat terjadi pada waktu tertentu selama syarat terbentuknya terpenuhi.

“Lapisan inversi juga dapat terbentuk bilamana ada anomali tekanan di atmosfer atau ada udara panas yang bergerak dari tempat lain,” kata Daryono.

Udara panas dan gas yang sedang bergerak naik ke atmosfer, akan tertahan lapisan udara hangat ini, karena membentuk semacam tudung (inversion cap) yang menutupi kawasan dan menjebak gas dan panas yang naik dari bumi.

“Contoh sederhana adalah saat kita sedang berada dekat kawasan industri terkadang mencium bau-bauan yang tidak sedap yang berlangsung lama pada kondisi cuaca tertentu. Ini karena gas atau polutan tidak dapat naik ke atmosfer dan terjebak di bawah lapisan inversi,” jelas Daryono.

Lapisan inversi, lanjut dia, telah dikenal sebagai salah satu faktor yang menyebabkan bencana kabut asap di sejumlah negara. Peristiwa kabut asap yang parah pada tahun 1948 di Donora, Pennsylvania, (AS) dan pada tahun 1952 di London, Inggris, diakibatkan oleh peningkatan lapisan inversi di atmosfir. Bencana kabut asap London berlangsung selama seminggu dan menelan korban jiwa hingga 12.000 orang.

Akan tetapi, gas dan partikulat polutan bukanlah satu-satunya yang disekap oleh lapisan inversi. Beberapa orang dilaporkan mendengar suara aneh selama terbentuknya lapisan inversi di atmosfer.

“Gelombang suara yang bersumber dari kereta api, mobil, petir, dan sumber suara lainnya dapat terpantul dari lapisan inversi sehingga terdengar di tempat lain. Hal ini terjadi karena lapisan inversi berperan sebagai pemantul kurang sempurna bagi gelombang akustik, gelombang radio dan bahkan cahaya,” kata Daryono.

Lapisan inversi juga dapat membuat suara lebih keras hingga terdengar jauh. “Ibarat kita membunyikan klakson mobil di garasi yang tertutup, tentu lebih keras dibanding bunyi klakson di jalan raya. Ini karena suara terjebak pada ruang sempit,” paparnya.

Lapisan inversi membuat suara petir tidak mampu menyebar ke atas atau menjalar semaunya ke segala arah, karena sudah terjebak dan hanya dapat menjalar ke permukaan bumi saja.

Dalam hal ini, lanjut Daryono, suara petir akan terdengar lebih keras dan dapat didengar hingga jauh di kawasan yang terlingkupi lapisan inversi. Suara petir ibarat merambat melalui sebuah kanal audio mirip tropospheric duct.

Secara teori, Daryono menjelaskan, suara adalah gelombang akustik yang sudah terbukti dapat dipantulkan lapisan inversi. Dalam kondisi inversi suhu, gelombang suara akan dibiaskan ke bawah, dan oleh karena itu dapat terdengar pada jarak yang lebih jauh.

“Inilah konsep dasar mengapa lapisan inversi dapat membuat suara petir terdengar hingga jauh karena proses multi refleksi. Suara petir jika sudah jauh dan dalam kondisi atmosfer tertentu dapat berubah ‘anatominya’ sehingga tidak lagi seperti suara petir asli di sumbernya, tetapi dapat mirip dentuman,” ucap Daryono. (red)

 

Tags: BMKGDENTUMAN MISTERIUSgempaINVERSI SUHUUDARA DINGINUDARA HANGAT
ShareTweetSend
Next Post

Warga Lampura Ini Memang Nekat, Sabu-sabu Kok Dikantongi Urusannya Ya Sama Polisi


Warga Lampura Ini Memang Nekat, Sabu-sabu Kok Dikantongi Urusannya Ya Sama Polisi


Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Follow Us









  • Trending
  • Comments
  • Latest

Geger Mayat Perempuan Muda Bercincin di Pinggir Sawah Kelurahan Mekarjati

Geger Mayat Perempuan Muda Bercincin di Pinggir Sawah Kelurahan Mekarjati

Januari 21, 2021

Nyunda Banget, Bobogohan Sambil Liwetan di Saung Kabogoh

Nyunda Banget, Bobogohan Sambil Liwetan di Saung Kabogoh

Oktober 12, 2020

Karyawan Indomaret Dua Hari Menghilang Saat Diketemukan Sudah Menjadi Mayat

Karyawan Indomaret Dua Hari Menghilang Saat Diketemukan Sudah Menjadi Mayat

Januari 8, 2021

Disnakertrans Kesal, Perusahaan Nakal yang Rekrut Naker Luar Karawang Bakal Dipanggil

Disnakertrans Kesal, Perusahaan Nakal yang Rekrut Naker Luar Karawang Bakal Dipanggil

Januari 28, 2021

Kompak, Warga Dusun Cipeuteuy Lakukan Giat Kerja Bakti

Kompak, Warga Dusun Cipeuteuy Lakukan Giat Kerja Bakti

2

Calon Kades Mekarbuana Hj. Rika : Dukungan Keluarga Saya Niat Calonkan Diri

Calon Kades Mekarbuana Hj. Rika : Dukungan Keluarga Saya Niat Calonkan Diri

2

Perumnas Karawang Bebas Covid-19, Sebanyak 51 Karyawan Rapid Tes Dinyatakan Non Reaktif

Perumnas Karawang Bebas Covid-19, Sebanyak 51 Karyawan Rapid Tes Dinyatakan Non Reaktif

1

Dokter Cita: ANT Korban dan Harus Direhabilitasi

Dokter Cita: ANT Korban dan Harus Direhabilitasi

1

Puluhan Hektar Sawah di Desa Panyingkiran Tenggelam, Bibit yang Baru Ditanam pun Mati

Puluhan Hektar Sawah di Desa Panyingkiran Tenggelam, Bibit yang Baru Ditanam pun Mati

Februari 7, 2021

Sudah Tujuh Kecamatan Terendam Banjir, Tiga Kecamatan Ini yang Paling Terparah

Sudah Tujuh Kecamatan Terendam Banjir, Tiga Kecamatan Ini yang Paling Terparah

Februari 7, 2021

Banjir Karawang 2021, Tim SAR Keliling Pemukiman Evakuasi Warga Terjebak Banjir di Atap Rumah

Banjir Karawang 2021, Tim SAR Keliling Pemukiman Evakuasi Warga Terjebak Banjir di Atap Rumah

Februari 7, 2021

Warga Lampura Ini Memang Nekat, Sabu-sabu Kok Dikantongi Urusannya Ya Sama Polisi

Warga Lampura Ini Memang Nekat, Sabu-sabu Kok Dikantongi Urusannya Ya Sama Polisi

Februari 7, 2021

Recent News

Puluhan Hektar Sawah di Desa Panyingkiran Tenggelam, Bibit yang Baru Ditanam pun Mati

Puluhan Hektar Sawah di Desa Panyingkiran Tenggelam, Bibit yang Baru Ditanam pun Mati

Februari 7, 2021

Sudah Tujuh Kecamatan Terendam Banjir, Tiga Kecamatan Ini yang Paling Terparah

Sudah Tujuh Kecamatan Terendam Banjir, Tiga Kecamatan Ini yang Paling Terparah

Februari 7, 2021

Banjir Karawang 2021, Tim SAR Keliling Pemukiman Evakuasi Warga Terjebak Banjir di Atap Rumah

Banjir Karawang 2021, Tim SAR Keliling Pemukiman Evakuasi Warga Terjebak Banjir di Atap Rumah

Februari 7, 2021

Warga Lampura Ini Memang Nekat, Sabu-sabu Kok Dikantongi Urusannya Ya Sama Polisi

Warga Lampura Ini Memang Nekat, Sabu-sabu Kok Dikantongi Urusannya Ya Sama Polisi

Februari 7, 2021
   
   

   

Jaringan Media Nusantara

  • Lahatsatu.com
  • Chapnews.id
  • Suaramedia.id
  • Internationalmedia.co.id
  • Redaksibengkulu.co.id
  • JP-News.id
  • Agroplus.co.id
  • Eranusantara.co
  • Bolasepak.co.id
  • Bolapedia.co.id
  • Cianews.co.id
  • Jabarpos.id
  • Bingkaiwarta.com
  • Berita-rakyat.co.id
  • Fixmakassar.com
  • Infopali.co.id
  • 55tv.co.id
  • Faktual.news
  • Mediaseruni.co.id
  • Zonamerahnews.com
  • Kabartifa.id
  • Haluannews.id
  • Deteksinews.co.id
  • Politicanews.id
  • Sportszam.com
  • Looksports.media
  • Lenterapos.com
  • Thescreescore.com
  • Hustlerwords.com
  • Gangberita.com
  • Bangkaterkini.id
  • Malutpost.id
  • Esportivonews.com
  • Morninroutine.com
  • Diyetekno.com
  • Faseberita.id

© Collabmedia.net 2026. Collab Media Network.

 

  • Tentang
  • Kontak
  • Pedoman Media
  • Disklaimer
  • Privacy
  • Redaksi

Network

Banten Bandung Jakarta Medan Palembang Kalimatan
Lombok Tangerang Bekasi Surabaya NTB
×

Latest Post

Ekonomi

JK Ungkap Bahaya Tersembunyi di Balik Defisit APBN Melebar!

16-03-2026 - 12.06

JK Ungkap Bahaya Tersembunyi di Balik Defisit APBN Melebar!
Terkuak! Cadangan BBM & LPG RI, Cukup Sampai Kapan?

Ekonomi

Terkuak! Cadangan BBM & LPG RI, Cukup Sampai Kapan?

16-03-2026 - 06.06

Ekonomi

16-03-2026 - 02.06

Terkuak! Strategi Pertamina & ESDM Jamin BBM-Elpiji Lebaran 2026

Ekonomi

Terkuak! Strategi Pertamina & ESDM Jamin BBM-Elpiji Lebaran 2026

15-03-2026 - 23.06

Peluang Terakhir! Tukar Uang Baru Lebaran 2026 di BNI & BRI

Ekonomi

Peluang Terakhir! Tukar Uang Baru Lebaran 2026 di BNI & BRI

15-03-2026 - 18.06