WEF 2026: Prabowo Ungkap Strategi RI, MBG ‘Kalahkan’ McDonald’s!

WEF 2026: Prabowo Ungkap Strategi RI, MBG 'Kalahkan' McDonald's!

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menjadi salah satu figur sentral dalam perhelatan akbar World Economic Forum (WEF) 2026 yang berlangsung di Davos, Swiss. Di hadapan para pemimpin dunia dan pakar ekonomi global, Kepala Negara tidak hanya memaparkan kondisi geopolitik yang tengah berada di titik nadir, tetapi juga menyoroti capaian ekonomi Indonesia yang resilien serta ambisi besar program kesejahteraan sosialnya, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang siap menorehkan rekor baru.

Dalam pidatonya, Prabowo menggarisbawahi urgensi stabilitas global di tengah gejolak yang melanda. "Kita berkumpul di sini di Davos di tengah masa ketidakpastian yang besar. Masa di mana perang terus berkecamuk. Masa di mana kepercayaan antarnegara, antarinstitusi, dan antarmanusia sedang rapuh," ujar Prabowo, menggambarkan tantangan kompleks yang dihadapi dunia saat ini.

WEF 2026: Prabowo Ungkap Strategi RI, MBG 'Kalahkan' McDonald's!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Berikut adalah lima poin penting yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto di forum bergengsi tersebut, yang dirangkum oleh mediaseruni.co.id:

COLLABMEDIANET

1. Krisis Kepercayaan dan Gejolak Geopolitik Global Prabowo memulai presentasinya dengan menyoroti lanskap geopolitik global yang penuh ketidakpastian dan krisis kepercayaan. Konflik yang terus berkecamuk di berbagai belahan dunia tidak hanya mengancam perdamaian, tetapi juga merusak fondasi kerja sama internasional. Penekanan pada kerapuhan kepercayaan antaraktor global ini menjadi landasan bagi seruan Indonesia akan pentingnya dialog dan resolusi damai.

2. Keamanan dan Stabilitas sebagai Fondasi Kemakmuran Ekonomi Dalam konteks ketidakpastian tersebut, Prabowo menegaskan bahwa keamanan dan stabilitas global adalah prasyarat mutlak bagi terciptanya kemakmuran ekonomi. Ia menekankan bahwa sejarah telah berulang kali membuktikan tidak ada negara yang mampu membangun ekonomi yang kuat di atas puing-puing konflik. "Perdamaian dan stabilitas merupakan prasyarat utama bagi pertumbuhan dan kemakmuran. Tidak akan ada kemakmuran tanpa perdamaian," tegasnya, menggarisbawahi bahwa investasi pada perdamaian adalah investasi terbaik untuk masa depan ekonomi global.

3. Indonesia: "Titik Terang Global" dengan Pertumbuhan Ekonomi Kuat Di tengah tantangan eksternal yang berat, Indonesia tampil sebagai anomali positif. Prabowo dengan bangga mengutip penilaian Dana Moneter Internasional (IMF) yang menggambarkan Indonesia sebagai "titik terang global dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat di tengah lingkungan eksternal yang penuh tantangan." Ia memaparkan data konkret bahwa ekonomi Indonesia secara konsisten tumbuh di atas 5 persen setiap tahun selama satu dekade terakhir, dengan proyeksi pertumbuhan yang lebih tinggi lagi pada tahun ini. Ini menunjukkan resiliensi dan potensi besar ekonomi nasional.

4. Ambisi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang Melampaui Raksasa Global Salah satu pengungkapan paling menarik adalah proyeksi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Prabowo menyatakan bahwa program ini akan segera melampaui kapasitas produksi harian raksasa restoran cepat saji global, McDonald’s. Dimulai dari 190 dapur yang memproduksi sekitar 570.000 porsi makanan per hari pada awal pelaksanaannya, MBG kini telah berkembang pesat menjadi 21.102 dapur dengan produksi mencapai 59,8 juta porsi makanan setiap hari. Dalam waktu dekat, produksi harian program MBG diproyeksikan menembus 68 juta porsi per hari, melampaui kapasitas produksi harian McDonald’s secara global. "Tahun ini, target kami adalah melayani 82,9 juta porsi makanan per hari," ungkap Prabowo, menunjukkan skala ambisius program ini.

5. Visi Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan Sumber Daya Manusia Melalui MBG Lebih dari sekadar angka produksi, Prabowo menekankan bahwa MBG adalah wujud komitmen Indonesia terhadap kesejahteraan sosial dan pembangunan sumber daya manusia. Program ini tidak hanya bertujuan mengatasi masalah gizi, tetapi juga berpotensi menciptakan rantai pasok pangan lokal yang kuat, memberdayakan petani dan komunitas, serta menstimulasi ekonomi daerah. Skala masif MBG menunjukkan visi pemerintah untuk investasi jangka panjang pada generasi penerus bangsa, yang diyakini akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di masa depan.

Pidato Presiden Prabowo di WEF 2026 memberikan gambaran komprehensif tentang posisi Indonesia di panggung global: sebagai negara yang resilien secara ekonomi, berkomitmen pada perdamaian, dan berani mengimplementasikan program sosial berskala besar demi masa depan yang lebih baik bagi rakyatnya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar