Jakarta, Mediaseruni.co.id – Penghasilan anggota DPR RI kembali menjadi sorotan publik. Meski Ketua DPR RI, Puan Maharani, menampik adanya kenaikan gaji, total pendapatan wakil rakyat di Senayan disinyalir bisa mencapai Rp100 juta per bulan.
Pemicunya adalah kebijakan baru terkait kompensasi pengganti rumah dinas. "Sekarang DPR sudah tidak mendapatkan rumah jabatan, namun diganti dengan kompensasi uang rumah," jelas Puan.
Sekretariat Jenderal DPR RI mengonfirmasi bahwa anggota DPR RI periode 2024–2029 tidak lagi menerima fasilitas rumah dinas. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Sekretariat Jenderal DPR RI Nomor B/733/RT.01/09/2024, yang ditandatangani pada 25 September 2024. Surat tersebut mewajibkan seluruh anggota DPR, baik yang terpilih kembali maupun tidak, untuk mengosongkan rumah dinas.

Related Post
Menurut Puan, tunjangan tersebut penting untuk mendukung kinerja anggota DPR, termasuk dalam melayani konstituen di daerah pemilihan (dapil) masing-masing. "Setiap anggota itu kan mempunyai juga hak dan kewajiban untuk bisa kemudian nantinya memfasilitasi jika kemudian ada konstituen atau kemudian ada orang dari dapil datang dan lain-lain sebagainya," ujarnya.
Dengan adanya tunjangan rumah sebesar Rp50 juta per bulan, total pendapatan anggota DPR sebagai wakil rakyat di Senayan diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta per bulan.
Rincian Tunjangan dan Penghasilan Anggota DPR
Selain gaji pokok, anggota DPR RI menerima berbagai tunjangan yang diatur melalui regulasi resmi. Tunjangan ini terbagi menjadi dua kategori utama: tunjangan melekat dan tunjangan lainnya.
1. Tunjangan Melekat
Tunjangan ini diberikan berdasarkan status personal dan jabatan, meliputi:
- Tunjangan pasangan (suami/istri): Rp420.000 per bulan
- Tunjangan anak: Rp168.000 per anak
- Uang paket atau uang sidang: Rp2.000.000
- Tunjangan jabatan: Rp9.700.000
- Tunjangan beras: Rp30.090 per orang
- Tunjangan pajak (PPh Pasal 21): Rp2.699.813
Artikel ini dibuat dengan gaya penulisan wartawan ekonomi, menggunakan bahasa yang informatif dan lugas. Judulnya dibuat clickbait untuk menarik perhatian pembaca, tetapi tetap relevan dengan isi berita.









Tinggalkan komentar