Tren Bayar Pakai QRIS Makin Melejit

Tren Bayar Pakai QRIS Makin Melejit

mediaseruni.co.id – Transformasi digital dalam sistem pembayaran di Indonesia menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Fenomena penggunaan kode QR kini bukan lagi sekadar tren sesaat, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern. Berdasarkan temuan terbaru, metode pembayaran melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kini mendominasi penggunaan layanan dompet digital di tanah air.

Sebuah riset mendalam bertajuk E-Wallet Research 2026: Usage Behavior & QRIS Landscape yang dilakukan oleh MarkPlus mengungkapkan data yang mengejutkan. Hasil penelitian tersebut mencatat bahwa sebanyak 85,3 persen responden di Indonesia memilih menggunakan dompet digital sebagai instrumen utama mereka saat melakukan transaksi melalui QRIS. Angka ini menegaskan bahwa ekosistem pembayaran nontunai telah merambah ke berbagai lapisan masyarakat.

Tren Bayar Pakai QRIS Makin Melejit
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Lantas, apa yang membuat masyarakat begitu setia menggunakan dompet digital untuk memindai kode QR? Riset tersebut mengidentifikasi bahwa faktor kecepatan dan kemudahan menjadi alasan paling dominan. Sebanyak 80,8 persen responden menyatakan bahwa kepraktisan dalam menyelesaikan transaksi adalah pertimbangan utama mereka. Di tengah mobilitas masyarakat yang tinggi, kemampuan untuk membayar hanya dengan satu kali pindai ponsel menjadi nilai tambah yang sangat krusial.

COLLABMEDIANET

Selain faktor kecepatan, ketersediaan infrastruktur juga memegang peranan penting. Sebanyak 54,4 persen responden menyebutkan bahwa luasnya jaringan merchant atau toko yang menyediakan layanan QRIS menjadi alasan mereka tetap menggunakan dompet digital. Artinya, semakin banyak pedagang, mulai dari gerai ritel besar hingga UMKM di pinggir jalan, yang menerima QRIS, maka semakin tinggi pula tingkat ketergantungan masyarakat terhadap layanan ini.

Tak hanya itu, aspek psikologis berupa keuntungan ekonomi juga tidak bisa diabaikan. Sebanyak 51,3 persen pengguna mengaku tertarik menggunakan dompet digital karena adanya berbagai program promosi dan pengembalian dana atau cashback. Strategi pemasaran ini terbukti efektif dalam menjaga loyalitas pengguna di tengah persaingan ketat antar penyedia layanan dompet digital.

Lebih jauh lagi, fungsi dompet digital kini telah berkembang melampaui sekadar alat pembayaran di kasir. Data menunjukkan bahwa 77,3 persen responden menggunakan dompet digital untuk melakukan transfer uang, baik ke rekening bank maupun ke sesama pengguna dompet digital lainnya. Selain itu, fitur belanja daring (online shopping) digunakan oleh 70,8 persen responden, sementara 69 persen responden memanfaatkan layanan ini untuk membeli berbagai produk digital.

Menanggapi fenomena ini, Chief Marketing Officer MarkPlus Corp (MCorp), Yosanova Savitry, menjelaskan bahwa kebutuhan konsumen terhadap layanan keuangan digital terus mengalami evolusi. Menurutnya, seiring dengan semakin luasnya cakupan pembayaran digital, ekspektasi pengguna pun ikut meningkat.

Yosanova menekankan bahwa konsumen saat ini menuntut fleksibilitas yang lebih tinggi dalam setiap transaksi mereka. Oleh karena itu, para penyedia layanan dompet digital ditantang untuk terus berinovasi. Mereka harus mampu menyediakan beragam pilihan metode pembayaran yang mampu menjawab kebutuhan pasar yang kian kompleks, namun tetap menjaga prinsip utama yaitu kemudahan dan kepraktisan bagi penggunanya. Melansir informasi dari mediaseruni.co.id, dinamika ini diprediksi akan terus berlanjut seiring dengan semakin matangnya literasi keuangan digital di Indonesia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar