mediaseruni.co.id – Sebuah langkah strategis besar diambil PT Pertamina Persero dalam menata ulang entitas bisnisnya. Tercatat hingga paruh pertama 2026 raksasa energi nasional ini telah merampingkan 31 anak usahanya. Kebijakan revolusioner ini sejalan penuh dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang gencar menyerukan restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara BUMN demi peningkatan produktivitas dan penciptaan nilai tambah.
Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI pada 14 Agustus 2026 di Kompleks Parlemen Senayan secara tegas menargetkan jumlah BUMN akan berkurang drastis menjadi sekitar 300 entitas saja pada akhir 2026. Visi ini menjadi landasan bagi banyak BUMN untuk berbenah termasuk Pertamina yang bergerak cepat melakukan pembersihan dari anak usaha berkinerja kurang optimal.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Imron Mawardi pada Senin 17 Agustus 2026 di Jakarta membenarkan bahwa upaya penataan ulang anak dan cucu perusahaan Pertamina sudah sangat selaras dengan kebijakan pemerintah. Menurutnya perampingan ini krusial untuk mengefisienkan operasional dan memperkuat rantai pasok bahan bakar minyak BBM yang menjadi inti bisnis Pertamina.

Related Post
Imron menegaskan bahwa restrukturisasi ini tidak akan mengganggu stabilitas rantai pasok BBM. Justru anak-anak perusahaan yang dirampingkan adalah yang tidak memiliki kaitan langsung dengan distribusi BBM. Ia optimis melalui streamlining ini rantai pasok BBM akan menjadi jauh lebih efisien dan kokoh.
Program penataan anak usaha BUMN atau business streamlining yang diusung Pertamina merupakan bagian integral dari transformasi berkelanjutan perusahaan. Metode yang ditempuh meliputi merger penggabungan entitas divestasi pelepasan perusahaan non-inti serta likuidasi pembubaran perusahaan yang sudah tidak aktif atau dormant. Ketiga pendekatan ini dinilai Imron sebagai strategi positif yang tetap mampu memberikan keuntungan bagi Pertamina dalam jangka panjang. Merger misalnya akan menghilangkan persaingan internal antar anak perusahaan sejenis sekaligus memperbesar skala bisnis mereka.







Tinggalkan komentar