mediaseruni.co.id – Upaya memperkuat fondasi ekonomi di tingkat daerah terus digencarkan melalui penyediaan akses permodalan yang lebih luas. Kabar terbaru menyebutkan bahwa proyek-proyek infrastruktur strategis serta sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini mendapatkan angin segar melalui dukungan skema penjaminan dengan potensi nilai fasilitas mencapai Rp1 triliun.
Langkah strategis ini diambil untuk menjembatani kesenjangan finansial yang sering dihadapi oleh para pelaku usaha di daerah. Fokus utama dari program ini adalah memberikan solusi bagi kontraktor proyek serta pelaku UMKM yang secara bisnis dinilai layak, namun terkendala oleh keterbatasan agunan atau jaminan tambahan yang memadai.

Sinergi besar ini diwujudkan melalui penandatanganan dua Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) dengan PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Bank Kalsel). Pertemuan yang berlangsung di Jakarta pada Selasa (29/9/2026) tersebut menghasilkan kesepakatan terkait dua instrumen penting, yakni Kontra Bank Garansi dan Penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Related Post
Melalui skema Kontra Bank Garansi, Askrindo berkomitmen menyediakan fasilitas kontra jaminan atas produk Bank Garansi yang diterbitkan oleh Bank Kalsel. Dengan potensi nilai mencapai Rp1 triliun, fasilitas ini dirancang khusus untuk mendukung para kontraktor dan penyedia jasa konstruksi yang sedang mengerjakan proyek-proyek infrastruktur vital yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Selatan.
Kehadiran skema ini diharapkan mampu meringankan beban para kontraktor, terutama dalam mengurangi kebutuhan akan cash collateral atau agunan kas dalam jumlah besar. Dengan berkurangnya beban agunan kas, para pelaku jasa konstruksi dapat mengalokasikan modal mereka secara lebih efisien untuk kelancaran operasional proyek di lapangan.
Direktur Utama Askrindo, R Mahelan Prabantarikso, menegaskan bahwa dukungan terhadap pembiayaan proyek daerah dan sektor UMKM merupakan manifestasi dari peran penjaminan dalam memperkuat struktur ekonomi di tingkat lokal. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada kelancaran arus modal bagi para pelaksana proyek dan pelaku usaha kecil.
"Melalui Kontra Bank Garansi, kami berupaya mengamankan proyek-proyek berskala besar di daerah agar dapat berjalan secara akuntabel dan lancar. Di sisi lain, melalui penjaminan KUR, kami berkomitmen menjaga ketahanan ekonomi akar rumput dengan memberikan kepastian mitigasi risiko bagi Bank Kalsel dalam menyalurkan modal kerja kepada UMKM lokal," ungkap Mahelan.
Selain fokus pada infrastruktur, kolaborasi antara Askrindo dan Bank Kalsel juga mencakup perpanjangan kerja sama Penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Program ini menyasar para pelaku UMKM di Kalimantan Selatan yang masuk dalam kategori feasible but not bankable. Artinya, mereka memiliki model bisnis yang menjanjikan dan layak secara ekonomi, namun belum mampu memenuhi persyaratan agunan perbankan yang ketat. Dengan adanya penjaminan ini, diharapkan akses terhadap modal kerja menjadi lebih inklusif dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.







Tinggalkan komentar