Strategi Baru Dorong Industri Furnitur

Strategi Baru Dorong Industri Furnitur

mediaseruni.co.id – Pemerintah Indonesia tengah menyusun langkah strategis guna memperkuat fondasi ekonomi domestik di tengah badai ketidakpastian ekonomi global yang kian tidak menentu. Salah satu fokus utama dalam upaya ini adalah memberikan dukungan nyata bagi sektor manufaktur, khususnya industri furnitur, melalui berbagai skema insentif mulai dari keringanan pajak hingga kemudahan akses kredit.

Langkah proaktif ini diambil untuk memastikan stabilitas harga di pasar dalam negeri sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di kancah internasional. Sektor industri pengolahan sendiri saat ini memegang peranan krusial sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional. Data menunjukkan bahwa sektor ini memberikan kontribusi sebesar 18,50 persen terhadap ekonomi negara dengan catatan pertumbuhan tahunan mencapai 4,52 persen.

Strategi Baru Dorong Industri Furnitur
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menariknya, beberapa subsektor manufaktur menunjukkan performa yang sangat menggembirakan. Industri pengolahan lainnya mencatatkan pertumbuhan sebesar 12,22 persen, sementara industri furnitur melesat tajam dengan angka pertumbuhan mencapai 11,82 persen. Angka ini menjadi sinyal positif bahwa potensi produk mebel Indonesia sangat besar untuk terus dikembangkan.

COLLABMEDIANET

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa salah satu strategi mitigasi risiko yang akan dijalankan adalah melalui penyelenggaraan berbagai ajang internasional. Menurutnya, keterlibatan dalam event global sangat penting untuk memperluas jangkauan pasar dan membangun koneksi langsung dengan para pembeli dari mancanegara. Hal ini bertujuan agar Indonesia tidak hanya bergantung pada pasar ekspor tertentu saja.

"Penyelenggaraan event internasional menjadi sarana penting untuk memperluas pasar, membangun hubungan langsung dengan pembeli internasional, serta mengurangi ketergantungan ekspor pada pasar-pasar tertentu," ujar Airlangga dalam keterangan resminya.

Indonesia sebenarnya memiliki modal kuat untuk mendominasi pasar furnitur dunia. Dengan meningkatkan kualitas produk, memperkuat desain, serta mengedepankan aspek keberlanjutan (sustainability), produk lokal diyakini mampu bersaing. Hal ini didukung oleh kinerja neraca perdagangan industri furnitur nasional yang terus mencatatkan surplus sejak tahun 2021.

Sepanjang tahun 2025, nilai ekspor mebel Indonesia tercatat mencapai USD2.390,68 juta, sementara nilai impor berada di angka USD1.917,37 juta. Kondisi ini menghasilkan surplus perdagangan yang cukup signifikan, yakni sebesar USD473,31 juta. Prestasi ini menempatkan Indonesia pada peringkat ke-25 eksportir furnitur global dengan pangsa pasar 0,77 persen. Amerika Serikat masih menjadi mitra dagang utama yang menyerap sekitar 60 persen dari total pengapalan furnitur Indonesia.

Namun, Airlangga mengingatkan agar para pelaku industri tidak cepat berpuas diri. Ia menekankan pentingnya inovasi dalam rancang bangun furnitur agar tetap relevan dengan selera konsumen global yang terus berubah. Saat ini, tren dunia mulai bergeser pada produk yang mengutamakan fungsionalitas tinggi, kemudahan untuk dikustomisasi, serta penggunaan material yang ramah lingkungan. Adaptasi terhadap tren hijau ini akan menjadi kunci utama bagi industri furnitur Indonesia untuk terus merajai pasar dunia di masa depan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar