Ramadhan 2026 Aman? Bapanas Bongkar Strategi Jaga Harga Pangan!

Ramadhan 2026 Aman? Bapanas Bongkar Strategi Jaga Harga Pangan!

JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyuarakan optimisme tinggi terkait stabilitas harga dan ketersediaan komoditas pangan di pasar domestik. Proyeksi positif ini bahkan dipastikan akan terus terjaga hingga menjelang bulan suci Ramadhan 2026, memberikan angin segar bagi masyarakat di tengah potensi fluktuasi pasar yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.

Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas, Rinna Syawal, secara tegas menyatakan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap lapisan masyarakat dapat mengakses pangan dengan harga yang rasional dan pasokan yang memadai. "Dengan seluruh langkah komprehensif yang telah dan akan kami implementasikan, kami sangat optimistis stabilisasi harga dan pasokan pangan pada tahun 2026 dapat terus terjaga," ujar Rinna dalam keterangan resminya, Selasa (13/1/2026), seperti dilansir mediaseruni.co.id. Ia menambahkan, momentum Ramadhan yang akan datang menjadi prioritas utama pemerintah dalam menjamin ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Ramadhan 2026 Aman? Bapanas Bongkar Strategi Jaga Harga Pangan!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Rinna menjelaskan, fondasi untuk menjaga stabilitas harga pangan pada 2026 telah diletakkan melalui berbagai upaya strategis sepanjang tahun 2025. Langkah-langkah tersebut meliputi penguatan sistem pemantauan harga secara real-time, intervensi pasar yang terukur dan tepat sasaran, serta pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) secara terintegrasi dan efisien. Capaian ini, menurutnya, menjadi modal berharga dalam merumuskan kebijakan stabilisasi pangan yang lebih kokoh di tahun berikutnya.

COLLABMEDIANET

Untuk tahun 2026, pemerintah akan melanjutkan dan memperluas instrumen stabilisasi utama yang terbukti efektif. Ini mencakup penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk komoditas vital seperti beras dan jagung, penyediaan bantuan pangan yang berkelanjutan, Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) untuk memperlancar rantai pasok, serta penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang masif di berbagai daerah. Selain itu, penguatan Panel Harga Pangan juga akan menjadi fokus, dengan cakupan komoditas yang lebih luas untuk menghasilkan data yang lebih akurat dan representatif terhadap kondisi pasar.

"Pada tahun 2026, mekanisme pemantauan harga akan kami perkuat secara signifikan," terang Rinna. Ia merinci bahwa upaya ini akan melibatkan lebih dari seribu enumerator yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, memastikan data yang terkumpul lebih komprehensif. Penambahan komoditas yang dipantau juga akan dilakukan, meliputi beras lokal, beras medium non-SPHP, serta daging kerbau beku dan segar. "Langkah ini bertujuan agar kebijakan yang diambil pemerintah semakin presisi, responsif, dan tepat sasaran dalam menghadapi dinamika pasar serta melindungi daya beli masyarakat," pungkasnya, menegaskan keseriusan Bapanas dalam menjaga stabilitas ekonomi pangan nasional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar