mediaseruni.co.id – Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor baru-baru ini membeberkan bahwa prospek kerja bagi talenta Indonesia di kancah global masih sangat menjanjikan. Untuk meraih kesempatan emas ini masyarakat khususnya para peserta pelatihan vokasi diimbau tidak hanya fokus pada keahlian teknis semata melainkan juga wajib menguasai bahasa asing sesuai negara tujuan.
Menurut Afriansyah penguatan kemampuan berbahasa perlu menjadi elemen krusial dalam setiap program pelatihan vokasi. Hal ini mengingat penguasaan bahasa merupakan salah satu prasyarat utama di berbagai negara penempatan tenaga kerja.

Dalam pernyataan resminya Sabtu lalu Afriansyah menegaskan kebutuhan tenaga kerja di luar negeri cukup besar. Oleh karena itu para calon pekerja tidak hanya dituntut memiliki keterampilan spesifik namun juga kecakapan berbahasa yang selaras dengan tuntutan dunia kerja internasional.

Related Post
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa kurikulum pelatihan vokasi harus terus diselaraskan dengan dinamika pasar kerja. Tujuannya agar para lulusan memiliki kompetensi relevan dan mampu bersaing baik di pasar domestik maupun mancanegara. Selain keahlian teknis penguasaan bahasa asing dinilai sebagai nilai tambah signifikan bagi individu yang berambisi meniti karier di luar negeri.
Sebagai contoh Afriansyah menyebutkan calon pekerja yang ingin berkarya di Jepang umumnya diwajibkan memiliki kemampuan bahasa Jepang minimal level N4. Ini merupakan salah satu syarat dasar untuk penempatan kerja di Negeri Sakura.







Tinggalkan komentar