Proyek Raksasa Masela Siap Beroperasi

Proyek Raksasa Masela Siap Beroperasi

mediaseruni.co.id – Pemerintah Indonesia melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terus memacu percepatan pengembangan proyek strategis nasional di Blok Masela. Proyek pengembangan gas alam cair (LNG) Abadi Masela ini ditargetkan sudah mulai masuk ke tahap produksi pada tahun 2029 mendatang. Langkah ini menjadi sinyal positif bagi penguatan ketahanan energi nasional di masa depan.

Proyek ambisius ini melibatkan nilai investasi yang sangat fantastis, yakni mencapai USD22 miliar atau setara dengan ratusan triliun rupiah. Dengan skala investasi sebesar itu, proyek Abadi Masela diproyeksikan menjadi salah satu tulang punggung baru dalam industri hulu migas di Indonesia, khususnya dalam memenuhi kebutuhan energi domestik maupun pasar internasional.

Proyek Raksasa Masela Siap Beroperasi
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa pemerintah sangat mendorong agar seluruh tahapan pengembangan proyek ini dapat segera memasuki fase pelaksanaan. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh rangkaian pekerjaan Front-End Engineering Design (FEED) dapat diselesaikan dengan sempurna. Berdasarkan perkembangan terbaru, pekerjaan FEED tersebut dijadwalkan rampung pada Oktober 2026.

COLLABMEDIANET

Menariknya, penyelesaian tahap FEED ini menunjukkan progres yang sangat positif. Pekerjaan teknis tersebut dilaporkan selesai tiga bulan lebih awal dari jadwal semula yang sebelumnya ditargetkan pada akhir tahun 2026. Keberhasilan ini menjadi tonggak sejarah penting yang akan memperlancar langkah menuju fase konstruksi dan produksi.

"Produksi gas dari proyek Abadi ini direncanakan akan mulai beroperasi secepatnya. Jika targetnya bisa tercapai pada 2029, itu sangat bagus. Paling lambat, kita tidak ingin produksi ini melampaui akhir tahun 2030," ujar Djoko dalam acara perayaan penyelesaian FEED (FEED Completion Ceremony) yang berlangsung di Jakarta.

Secara teknis, proyek Abadi Masela dirancang dengan kapasitas produksi gas yang sangat masif, yakni mencapai 1.380 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Dari total produksi gas tersebut, sebagian besar akan diolah menjadi LNG dengan kapasitas mencapai 9,5 juta ton per tahun (MTPA).

Selain fokus pada ekspor LNG, proyek ini juga memegang peran krusial bagi kebutuhan dalam negeri. Proyek ini ditargetkan mampu menyuplai gas pipa untuk kebutuhan domestik sebanyak 100 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Selain itu, proyek ini juga akan menghasilkan kondensat dengan volume sekitar 35.000 barel per hari.

Djoko menekankan bahwa pengembangan Blok Masela bukan sekadar proyek bisnis biasa, melainkan instrumen strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Dengan meningkatnya pasokan gas, sektor industri dan pembangkit listrik di Indonesia diharapkan akan mendapatkan kepastian suplai energi yang lebih stabil dan berkelanjutan. Hal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara lebih luas di masa depan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar