JAKARTA – Presiden terpilih Prabowo Subianto kembali menunjukkan komitmennya terhadap akselerasi teknologi sebagai pilar utama pembangunan ekonomi nasional. Pada Kamis, 4 Juni 2026, Prabowo menyambangi Wisma Danantara Indonesia di Jakarta, sebuah kunjungan yang disinyalir menjadi penanda seriusnya pemerintah dalam mengintegrasikan inovasi teknologi canggih ke dalam strategi ekonomi jangka panjang.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang turut mendampingi, menjelaskan bahwa agenda utama kunjungan tersebut adalah mendengarkan paparan mendalam dari Danantara terkait perkembangan teknologi mutakhir. "Hari ini tadi memang ada paparan berkenaan dengan masalah teknologi, dengan masalah kerja sama robotik, dan bagaimana kerja sama pendidikan terutama STEM dalam rangka kita mempercepat penguasaan teknologi yang kita perlukan untuk kepentingan bangsa kita," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, seperti dikutip dari mediaseruni.co.id. Fokus pada robotik dan pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) mengindikasikan upaya strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten di era industri 4.0.

Kunjungan ini bukanlah yang pertama bagi Prabowo. Tercatat, ini merupakan kali kedua beliau hadir di Wisma Danantara. Kehadiran sebelumnya adalah pada 11 Maret 2026, saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Danantara Indonesia. Kala itu, Prabowo menekankan pentingnya peningkatan kinerja Danantara dalam pengelolaan aset negara dan kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Konsistensi kunjungan ini menggarisbawahi peran strategis Danantara sebagai mitra pemerintah dalam mendorong inovasi dan efisiensi, terutama dalam konteks pengelolaan aset negara yang berpotensi besar untuk digerakkan oleh teknologi.

Related Post
Dalam perspektif ekonomi, langkah Prabowo ini sangat relevan di tengah persaingan global yang semakin ketat dan pergeseran paradigma industri. Penguasaan teknologi robotik dan pengembangan pendidikan STEM bukan hanya sekadar tren, melainkan sebuah keharusan untuk meningkatkan produktivitas, menciptakan nilai tambah, dan mendorong diversifikasi ekonomi. Investasi pada sektor ini diharapkan dapat menarik investasi asing langsung (FDI), menciptakan lapangan kerja berkualitas tinggi, serta memperkuat daya saing industri dalam negeri di pasar global. Dengan fokus pada STEM, Indonesia berpotensi melahirkan talenta-talenta inovatif yang mampu menciptakan solusi teknologi sendiri, mengurangi ketergantungan impor, dan bahkan menjadi eksportir teknologi.
Visi Prabowo untuk menjadikan teknologi sebagai lokomotif ekonomi nasional melalui kolaborasi dengan institusi seperti Danantara menunjukkan komitmen kuat terhadap transformasi struktural. Ini adalah langkah proaktif untuk memastikan Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pemain kunci dalam inovasi global, demi kemajuan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.









Tinggalkan komentar